Diesnatalis Kumala ke 52, dari Pilgub Banten, Isu PKI hingga Patung Multatuli

892 views

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya


LEBAK, BANTENDAY.com – Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) menggelar Diesnataliske 52, bertempat di Gedung KPRI Narimbang, Rangkasbitung, Minggu (4/2).

Dengan tema Diesnatalis “Berkarya Sepanjang Masa” itu dihadiri Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya dan Amas Tadjuddin sebagai Pemerhati Sosial Keagamaan yang juga sekretaris umum MUI Kota Serang. Hadir juga alumni Kumala atau Kumolot  diantaranya Didin Haryono,  Agus R Wisas,  Eko Nugroho,  Pepep Faisaludin, Unro Aljuhri dan Kusnadi. Serta sekitar 500 Mahasiswa yang menjadi anggota Kumala dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam pengamatanya Amas Tadjuddin mengatakan , diesnatalis Kumala tahun ini harus menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas dan peran serta mahasiswa untuk berpihak kepada kepentingan rakyat.Sebab kata Amas, Kumala lahir dalam rangka mewujudkan cita cita luhur mahasiswa untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat. 

“Kumala jangan sampe terjebak oleh kepentingan pragmatis yang pada akhirnya melahirkan konflik intelektual.  Karena Kumala adalah kaum intelektual yang masih segar dan idealis,  tetapi pada saat yang bersamaan Kumala dihadapkan pada persoalan sosial kemasyarakatan yang tidak bisa dilepaskan dari kepentingan pemerintah, yang kebijakanya terkadang dianggap tidak berpihak kepada rakyat,” ungkap Amas.

Sebab itu, lanjut Amas, Kumala harus mampu menjembatani kepentingan masyarakat dengan kebijakan pemerintahan agar percepatan pembangunan mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. 

Ketua Koordinator Kumala Imam Nurhakim dalam sambutanya menyoroti agar seluruh jajaran pengurus Kumala tidak terkontaminasi partai politik,  harus netral dalam pilgub nanti,  jangan lengah tersusupi komunis PKI. 

Sementara itu Unro Juhri meminta Bupati agar memfasilitasi Kumala serta jangan membuat Patung Multatuli dengan tujuan komersil. 

Sementara Pepep Faisaludin meminta agar tidak meruncingkan isu masalah PKI karena sudah jelas terang benderang telah menghianati bangsa dan negara. 

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabayavdalam sambutanya mendukung kegiatan Kumala,  pembangunan Lebak yang sedang berjalan tidak akan sukses tanpa dukungan masyarakat termasuk Kumala.

“Saya sebagai orang yang menjadi bagian dari Kumala,  saya hadir selaku Bupati Lebak untuk bekerja memajukan masyarakat Lebak,  dan ini bisa dibuktikan bahwa laporan keuangan mendapatkan penilaian WTP,”ujarnya.

Sebab itu Iti berpesan  kepada jajaran dinas di Pemkab Lebak, agar bekerja lebih baik. Dan kepada Kumala agar dapat terus melakukan kritik kepada pemerintah. 

“Saya tidak anti kritik agar pembangunan lebih baik,  Lebak menjadi lebih maju,” katanya.(A1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...