Di Tolak Klinik Kartini, Pasien Pengguna BPJS Kecewa 

972 views

           Ilustrasi kartu BPJS kesehatan /net

 

LEBAK, BANTENDAY.com- Perlakuan tak mengenakan dialami, Heni Herliyanti (34) pasien pengguna kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan saat hendak memeriksa kesehatan kandungannya di Klinik Kartini, berlokasi di Rangkasbitung Plaza (Rabinza) No. C11, JL. Hardiwinangun. Ia ditolak untuk dilayani pelayanan kesehatan oleh oknum petugas klinik, karena memeriksakan kandungannya dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan.

“Saya kecewa dengan pelayanan klinik Kartini. Karena ketika saya mau memeriksakan kesehatan kandungan saya menggunakan kartu BPJS, petugas klinik malah menolak. Malah petugas itu bersikap judes kepada pasien sambil berkata ‘apaan ini pake kartu BPJS. Ini dokter spesialis kandungan, masa pake BPJS Kesehatan. Nggak bisa, harus pake umum’,” kata Heni Herliyanti sambil menirukan ucapan oknum petugas Klinik Kartini tersebut, Selasa (20/07/2017).

Pada saat itu, kata dia, oknum petugas Klinik Kartini juga sempat membanting kartu BPJS miliknya. Karena tidak mau berdebat dengan petugas, dirinya pun memilih mendaftarkan pemeriksaan kandungannya tidak menggunakan BPJS Kesehatan, melainkan mendaftar secara umum.

“Dari pada ribut, akhirnya ya terpaksa saya daftar pasien umum, otomatis saya harus bayar,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya berharap pihak BPJS segera menegur pihak Klinik Kartini. Sebab, tak seharusnya pihak pelayanan yang diberikan pihak klinik tak seharusnya seperti itu terhadap pasien. Apalagi, dalam kartu BPJS tertera bahwa fakes BPJS miliknya yaitu Klinik Kartini. “Saya tidak puas dengan pelayanan Klinik Kartini,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Lebak, HM. Sukirman menyesalkan tindakan oknum petugas klinik Kartini yang tidak melayani pasien pengguna BPJS Kesehatan. Pihak BPJS Kesehatan harus segera menindaklanjuti kasus tersebut, karena ini sudah menyangkut pelayanan dasar.

“Seharusnya pasien dilayani, tidak terkecuali pasien yang hendak memeriksakan kandungannya. Apalagi kartu BPJS faskesnya atau kontraktualnya itu dengan klinik Kartini, jadi tak seharusnya pasien tidak dilayani. Bila perlu pihak BPJS mencabut kontrak kerjasama pelayanan kesehatan dengan pihak klini, karena ini sudah menyalahi aturan, jadi harus ada tindakan dari pihak BPJS,” ujarnya.

Terpisah, staf kantor Layanan Operasional KLO BPJS Kesehatan, Kabupaten Lebak berlamat di Jalan Patih Derus No. 14 Rangkasbitung, Titi mengatakan, setiap pasien BPJS wajib dilayani oleh klinik sebagai tempat layanan kesehatan yang tertera dalam kartu BPJS pasien, termasuk jika pasien itu memeriksakan kandungan sekalipun.

“Tidak ada alasan bagi klinik atau tempat pelayanan kesehatan yang ditunjuk dalam kartu BPJS tidak melayani pasien. Kalau pun di klinik itu tidak ada fasilitas yang menunjang, missal untuk pemeriksaan kesehatan kandungan, ya kan bisa dirujuk ke tempat lain oleh klinik itu,” ujarnya.

Disingung tindakan apa yang nanti akan dilakukan oleh pihak BPJS terhadap klinik tersebut, ia mengatakan, jika hal itu nanti kewenangannya ada pada kepala KLO BPJS, karena pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan lebih terperinci mengenai hal itu.

 “Kalau soal itu, silahkan saja tanyakan ke kepala. Kebetulan sedang keluar pa kelapanya,” ujarnya.

Sementara, ketika dikonfirmasi terkait persoalan itu, pihak yang bertangungjawab di klinik Kartini tidak ada ditempat.“Pemilik kliniknya sedang tidak ada pa,” ujar petugas jaga di klinik Kartini, Anisa. (LNH) 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
Author: 
author

Comments are closed.