Di Lebak, TNI Bantu Petani Buru Tikus

520 views

sedikitnya 300 orang petani dibantu jajaran TNI diterjunkan guna melakukan gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) di wilayah Cipanas ( bantenday.com)


 

LEBAK, BANTENDAY.com – Areal pesawahan tanaman padi di wilayah Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten,  menjadi salah satu daerah  penyebaran populasi hama tikus sangat cepat dan kini menjadi endemik. Oleh karena itu, guna meminimalisir serangan hama tersebut, sedikitnya 300 orang petani dibantu jajaran TNI diterjunkan guna melakukan gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) di wilayah tersebut, Rabu (2/9/2016).

“Kecamatan Cipanas merupakan daerah endemik penyebaran populasi hama tikus yang cukup tinggi, karena daerah ini termasuk daerah yang lembab. Melalui gerakan pengendalian POPT melalui metode emposan ini, populasi hama tikus dapat ditekan Sehingga ancaman gagal panen bisa di tekan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten, Agus. M Tauchid disela-sela gerakan pengendalian POPT bekerjasama dengan TNI di Kampung Lurah, Desa Sipayung, Kecamatan Cipanas, Rabu (1/9/2016).

Kata dia melalui gerakan POPT Metode emposan ini pihaknya target pangan 2016 sebanyak 2.335.000 ton bisa tercapai. Untuk mendukung pencapaian itu tentunya harus dengan melakukan berbagai upaya, salah satunya menekan ancaman serangan hama pada tanaman padi. Dalam gerakan pembasmian hama tikus ini, pihaknya juga membentuk Regu Pengendali Hama (RPH) serta memberikan bantuan peptisida.

“Kita juga memberikan bantuan pembasmi hama tikus kepada petani berupa peptisida,” ucapnya.

Kepala Staf Komando Militer (Kasdim) 0603 Lebak, Mayor Inf. Djaswadi mengaku selalu siap untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan swasembada pangan.

” Pada dasarnya kita selalu siap membantu masyarakat dalam rangka swasembanda pangan. Dan yang penting sejalan dengan banyaknya bantuan dari pemerintah untuk sektor pertanian agar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para petani,” ucapnya (Ase/A2)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...