Di Lebak, Ngejek Guru, Siswa SMPN 3 Cimarga Dikurung Berjam-Jam di Ruangan Kelas

822 views

 

SMPN3 Cimarga Kabupaten Lebak (bantenday.com)

LEBAK,BANTENDAY.com–Hanya gara-gara mengejek guru, puluhan siswa di SMPN 3 Cimarga, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten dikurung di ruangan kelas selama berjam-jam. Akibat ulah oknum guru tersebut, para orang tua siswa protes, karena saknsi yang diterapakan dianggap berlebihan.



 

Informasi yang dihimpun, insiden perlakuan oknum guru terhadap siswanya tersebut berawal ketika seorang guru bernisial Md mengajar di kelas 8 A, Sabtu (27/8/2019) pekan lalu. Ketika itu, guru tersebut mengeluhkan mengenai laptop miliknya yang hilang kepada siswa di ruangan kelas tersebut, akan tetapi keluhan guru tersebut malah disambut nada ejekan dari para siswa. Merasa tersingung, Md pun naik pitam dan membentak para siswa sambil mengebrak meja. Selang dua hari kemudian, tetapatnya Senin (29/8/2016), seluruh siswa tersebut mendapatkan hukuman di kurung di dalam ruang kelas atau tak diperbolehkan pulang selepas jam belajar usai sekitar pukul 1 : 00 WIB. Selama di berikan sanksi di dalam kelas siswa tak boleh keluar ruangan, mereka baru di persilahkan sekitar pukul 5:30 WIB.



 

“Boleh saja diberikan sangsi jika memang siswa dinilai melakukan kesalahan, tetapi sanksi yang dierikan harusnya yang mendidik tidak mengurung siswa seperti itu. Apalagi, selama dikurung di dalam kelas mereka tidak makan,tidak minum, bahkan setelah kejadian itu anak saya sampai sakit,” kata salah satu orang tua siswa yang tidak bersedia disebutkan namanya, Sabtu (3/9/2016).



 

Ketika ditemui di ruang kerjanya, bendahara SMPN 3 Cimarga, Oos Koswara membantah pihak sekolah tidak mengurung siswa kelas 8 A. apa yang di lakukan pihak sekolah hanya bentuk pembinaan karena para siswa tersebut di anggap melakukan kesalahan.



 

“Ngga di kurung kok, selama didalam kelas ada guru yang memberikan pembinaan mengenai etika agar mereka bisa bersikap sopan,” ujarnya.



 

Dihubungi terpisah kepala sekolah setempat, Agus Ramdan mengaku belum mengetahui persoalan tersebut. Pihaknya berjanji akan segera mengkroscek kepada guru di sekolanya. “Nanti saya akan konfirmasi kepada guru yang bersangkutan,” ucapnya. (Aji RS/A2).

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...