Di Lebak, Kades Dilaporkan Warganya Soal Ijazah Palsu

3710 views

  

Ilustrasi

LEBAK,BANTENDAY.com – Kepala Desa Gunung Wangun, Kecamatan Cibeber dilaporkan ke Polres Lebak oleh warganya sendiri atas tuduhan telah memalsukan surat keterangan kesaksian atas Ijazah kesetaraan paket B nya yang hilang.

Sudendi warga, warga Desa Gunung Wangun mengatakan, dirinya mendampingi pamannya Muhasan Bin Muhasim sebagai korban melaporkan tindakan Ukan yang merupakan Kades Gunung Wangun, karena telah berani memalsukan surat kesaksian atas nama pamannya tersebut Muhasan, dan laporannya sendiri langsung ke Polres Lebak pada 06 Oktober 2016 yang diterima oleh Bribka Guruh Endra Kusuma.

 “Kami sampai saat ini masih menunggu tindak lanjut dari polisi setelah laporan, dan kami berharap kasus pemalsuan ini tuntas dan mendapat  keputusan hukum yang jelas,” kata Dendi, Senin (31/)

Dendi menjelaskan, awal dibuatnya surat keterangan palsu tersebut oleh sudara Ukan S, sekitar satu tahun lalu dimana dirinya akan mencalonkan diri sebagai Kades Gunung Wangun, dalam perjalananya salahsatu persaratan miliknya yakni Ijazah kesetaraan paket B dari PKBM Bahtera yang berada di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawabarat hilang. Maka, untuk membuat surat keterangan pengganti ijazah paket kesetaraan yang kehilangan harus ada kesaksian dari seseorang yang menyatakan benar saudara Ukan S telah menempuh pendidikan paket kesetaraan dari PKM Bahtera.

 “Nah saksi yang dipalsukan oleh saudara Ukan S tersebut adalah Muhasan yang merupakan paman saya sendiri, dan memang keberadaannya saat itu tidak ada di Desa Gunung Wangun melainkan bekerja di Riau. Untuk itu kami berinisiatif melaporkannya ke  polisi, karena telah memalsukan pernyataan dan tanda tangan Muhasan,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Zamrul membenarkan, bahwa dirinya telah menerima laporan dari warga Gunung Wangun dengan terlapor Saudara Ukan sebagai kepada Desa disitu.

 “Kami telah melakukan pemanggilan beberapa saksi, dan saat ini kita akan menghadirkan saksi bernama Ajat, dan setelah pemeriksaan saksi selesai beberapa hari kedepan pemeriksaan akan ditingkat ke penyidikan terhadap terlapor,” terang AKP Zamrul.

Terpisah, Kepala Desa Gunung Wangun, Kecamatan Cibeber saat dihubungi mengakui bahwa, dirinya memang telah memalsukan surat keterangan kesaksian atas nama Mauhasan. Ukan mengaku, waktu itu dirinya terpaksa melakukannya karena kondisi yang terjepit.

 “Memang benar saya melakukan pemalsuan surat tersebut, karena waktu itu kepepet kondisi sedang di Sukabumi, pas dilihat dalam dompet saya terdapat poto copy KTP Muhasan, karena kondisi mendesak saya akhirnya Muhasan lah yang saya jadikan kesaksian palsu,” ungkap Ukan.(bam/A1)     

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...