Debat Pilgub Banten 2017, Amas: Kesempatan bagi Konstituen untuk Menentukan Pilihan

5922 views

Debat Pilgub Banten 2017 di Gedung Perfilman Usmar Ismail, di bilangan Kuningan Jakarta Selatan, Ahad (29/1/2017). (Foto: ist)


​JAKARTA, BANTENDAY.com –  Debat Pilkada Banten 2017 saat ini sedang berlangsung di Gedung Perfilman Usmar Ismail, di bilangan Kuningan Jakarta Selatan, Ahad (29/1). Hadir ratusan pendukung masing masing pasangan calon, KPU Provinsi Banten sebagai penyelenggara, Bawaslu, pimpinan partai politik dan tamu undangan lainya. 

 

Sesaat Sebelum disiarkan secara live terjadi ketegangan antar pendukung paslon disebabkan oleh puluhan pendukung salah satu paslon dalam yel-yelnya menjelang segmen pertama debat dimulai menggunakan atribut atau alat peraga kampanye bergambar paslon nomor dua secera serentak.
Hal ini mendapat protes dari tim paslon nomor satu,  namun insiden itu berakhir setelah disepakati berdamai oleh tim kedua paslon, untuk tidak ada lagi atribut atau alat peraga digunakan pada segmen debat berikutnya.
Secara umum pernyataan kedua paslon, dapat dalam menjawab pertanyaan yang diajukan moderator terutama terkait pencegahan korupsi yang akut di provinsi Banten.

Wahidin Halim menyatakan  bahwa Ia  akan mendukung penegakan hukum termasuk kepada koruptor. “Hukum jangan tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” kata Wahidin

 Sementara Jawaban Rano Karno juga menyakinkan komitmenya dalam pemberantasan korupsi di Banten. “KPK itu saya yang mengundang dan berkantor di Banten,  itu artinya saya sangat berkomitmen untuk pencegahan korupsi,” kata Rano.

Soal Janji jika kelak terpilih menjadi Gubernur,  Wahidin Halim ada keberanian menyatakan berjanji akan membangun sekolah yang lebih baik, sementara Rano Karno secara diplomatis tidak mau menyatakan janji apa yang akan dilaksanakan setelah terpilih jadi Gubernur nanti. 

Amas Tadjuddin sebagai pemerhati Sosial Keagamaan yang juga Sebagai Sekretaris Umum MUI Kota Serang ikut menyaksikan debat Pilgub Banten 2017


Sementara itu Amas Tadjuddin sebagai pemerhati Sosial Keagamaan yang juga Sebagai Sekretaris Umum MUI Kota Serang menanggapi Debat Pilkada Pilgub Banten itu, merupakan kesempatan para paslon untuk menyampaikan visi misinya dan menjadi salah satu alasan mengapa paslon tersebut harus dipilih oleh masyarakat.

” Ini kesempatan bagi konstituen (masyarakat) Banten untuk menentukan pilihan paslon mana yang harus dipilih, tentu setelah mendengar visi misi paslon melalui debat tersebut,” ungkap Amas.

Menurut Amas, pada segmen ketiga debat mulai memanas saat kedua paslon saling bertanya dan memberikan tanggapan terhadap isu komunisme atau PKI. Embay MS mempertanyakan kepada Wahidin Halim agar menunjuk hidung siapa PKI dimaksud.  

“Wahidin Halim dalam menjawab pertanyaan moderator nampak lebih diplomatis terutama pada segmen satu dan dua, sementara Rano Karno dalam memberikan jawabanya terutama program pembangunan adalah sebagai Gubernur Banten bukan sebagai calon Gubernur yang akan datang,” katanya.( A1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...