Kategori: wisata

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Puncak Karamat Lebak, Siang dan Malam Tetap Mempesona
wisata

Puncak Karamat Lebak, Siang dan Malam Tetap Mempesona

Salah satu sudut puncak Karamat di desa Cikarang, Lebak, Banten ( bantenday.com)

LEBAK, BANTENDAY.com – Karamat adalah nama salah satu kampung di desa Cikarang kecamatan Muncang Kabupaten Lebak, Banten. Kondisi geografis yang dikelilingi pegunungan itu memberikan pesona alam tersendiri.

Sebetulnya alam pedesan yang masih asri dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi serta hamparan sawah itu bisa menjadi potensi obyek wisata yang masih perawan dan dapat dikembangkan di wilayah tersebut, namun potensi wisata alam itu seperti luput dari perhatian aparat desa setempat.

Hijaunya pepohonan, luasnya hamparan pesawahan, sejuknya udara gunung, menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat alam. Bukan tidak mungkin jika dikelola akan menjadi tempat wisata yang menjanjikan seperti Jatiluwih yang merupakan pusat desa wisata yang berada di Bali.

Bagi yang ingin mengunjungi keindahan alam puncak Karamat sangatlah mudah karena letaknya berada di jalan raya Muncang –Sobang . Untuk menuju kawasan puncak Karamat , pengunjung tidak perlu jalan kaki untuk menempuhnya. Sebab, akses jalan melewati puncak Karamat.

“Aksesnya juga mudah, waktu tempuhnya relatif singkat dari Pasar Ciminyak yang hanya lima kilometer, ” ungkap tokoh masyarakat Karamat, Agus Purnama Alam, Minggu (18/9/2016).

Menurutnya, keindahan alam Puncak Karamat berbeda dengan daerah lain. Disini pengunjung bisa melihat gunung angsana, gunung Gadung dan gunung lainya yang berjejer seperti menempel ke langit, dibawahnya terdapat perkampungan antara lain Kampung Handam, ampung Cikoneng dan Kampung Kumpay yang dibelah sungai Cilaki.

Pada sore hari bisanya banyak remaja yang mengujungi tempat itu sekedar untuk bersantai menikmati suasana penggunungan, bahkan banyak orang jauh yang kebetulan melintas di Puncak Karamat, sengaja berhenti untuk melihat pemendanngan itu atau sengaja poto selfy dipinggir jalan. Sebetulnya kata Agus, ada saja orang yang mengunjungi puncak Kramat pada malam hari.

Sebab di Puncak tersebut jika cuaca cerah keindahan panorama alam sangat mengesankan, ujung bumi dengan langit itu seperti dibatasai lampu-lampu yang berkedip sebatas mata memandang.

“ Pemandangan Puncak di malam hari sangat indah, ada rekan saya yang kebetulan datanng kesini, katanya sih mendapatkan sensasi tersendiri saat menikmati suasana malam di Puncak Karamat,” ucapnya.

Selain keindahan alam untuk melepas lelah dari kesibukn sehari-hari ditempat itu juga ada tempat wisata ziarah, karena dipematang Karamat ada tempat petilasan Eyang Jagaraksa.

“ Ya banyak yang ziarah ke petilasan Eyang Jagaraksa itu, ada yang datang juga kesini, ya saya tunjukan ke Madnur yang bisa menziarahkan tamu, dia itu kuncennya,rumahnya di Kampung Paraja, “ tukasnya. (Asep Alibuni)

Permalink ke Pesona Pantai Ciantir Sawarna
wisata

Pesona Pantai Ciantir Sawarna

Pantai Ciantir Sawarna Lebak/net


BAYAH, BANTENDAY.com – Pantai yang terkenal akan keindahannya itu terletak di kabupaten Lebak tepatnya di desa Sawarna, kecamatan Bayah atau di pesisir selatan kabupaten ini nerbatasan dengan Samudera Hindia. Pantai yang ada di desa Sawarna jumlahnya tidak hanya satu, dan yang paling populer tentu saja Pantai Pasir Putih Ciantir Sawarna.


Pantai Pasir Putih Ciantir Sawarna atau lebih populer disebut Pantai Ciantir saja adalah pantai berpasir putih bersih dengan bibir pantai yang cukup panjang. Pantai ini menjadi surga para peselancar. Banyak penginapan di sepanjang jalan menuju ke pantai ini yang tersedia untuk wisatawan yang mau menginap. Biaya masuk ke pantai yang keren ini hanya tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam, culup terjangkau bagi ekonomi kalangan bawah sekalipun.

Pantai Ciantir dengan Pasirnya yang Bersih dan Halus, membuat pengunjung betah dengan keindahan pantai yang satu ini. Pantai yang indah ini layak dikunjungi saat libur bersama keluarga.

Ciantir sendiri merupakan pantai dengan hamparan pasir yang sangat luas di banding pantai yang lainnya yang ada di Sawarna. Sangat cocok untuk kamu yang akan melakukan banyak kegiatan di pantai.

Di Pantai ini juga kamu bisa melakukan surfing atau berselancar, karena ombaknya cukup besar dan cocok untuk berselancar maka banyak wisatawan lokal dan luar negeri yang datang ke Sawarna hanya untuk berselancar di Pantai Ciantir.


Banyak kegiatan yang bisa kamu lakukan di pantai ini selain surfing, diantaranya adalah main bola pantai, Volley pantai, sun bathing, berjemur, berenang dan hal lainnya yang kamu sukai.

Kamu juga bisa menikmati keindahan sunset di pantai ini, posisi pantai ini sangat cocok dan pesisir pantainya yang luas menjadi sebab sunset di Pantai Ciantir sangat indah dan tidak akan terlupakan.

Pasirnya yang bersih dan halus akan membuat kamu betah berlama – lama berada disini, tapi kamu harus berhati – hati jika berenang di pantai ini, karena arusnya cukup kuat dan berbahaya.(bay)

Permalink ke Kolam Renang Bina Insan Mandiri Tawarkan Rekreasi Murah dan Mewah
GAYA HIDUP, NEWS, wisata

Kolam Renang Bina Insan Mandiri Tawarkan Rekreasi Murah dan Mewah

 

image

LEBAK,BANTENDAY.com – Bagi masyarakat Lebak, khususnya warga sekitar Kota Rangkasbitung yang butuh tempat rekreasi kolam renang tak perlu jauh-jauh dan mengeluarkan dana yang  besar. Sebab, Bina Insan Mandiri (BIM) yang berlokasi di Cimesir, Pasir Ona Rangkabitung menawarkan rekreasi murah dengan fasilitas yang tak kalah menarik dengan tempat-tempat rekreasi lainnya.

image

Dengan hanya mengeluarkan kocek kurang dari Rp 10.000 hingga Rp 15.000, para pengunjung bisa dimanjakan dengan berbagai arena permainan air di kawasan rekreasi kolam renang tersebut. Tak hanya suasana kolam renang asri karena di penuhi pepohonan rindang juga menjadi tempat yang cocok bagi pengunjung yang membutuhkan ketenangan setelah seharian penat beraktivitas.

image

Bagi pengunjung yang hobi bernyanyi, pihak pengelola juga menyuguhi hiburan live musik, mulai dari genre dangdut, pop dan genre musik laiinya. Sajian berbagai fasilitas, mulai dari hiburan dan tempat berkumpulnya keluarga pengujung merupakan bagian dari upaya pihak pengelola yang ingin memberikan pelayanan terbaik bagi pengujung.

Pengujung yang datang ke kolam renang ini, tak hanya berasal dari sekitar kota Rangkasbitung. Di beberapa daerah lain juga banyak yang datang. Hal itu tidak lain, karena selain fasilitas yang disediakan memadai juga harga tiket yang sangat terjangkau.

image

“Tempatnya nyaman, banyak fasilitasnya. Yang terpenting, harga tiket masuk ke tempat kolam renang ini juga sangat terjangkau,” kata Wili salah seorang pengunjung. (Adv)

Permalink ke Indahnya Air Terjun Cimunding Lebak
NEWS, wisata

Indahnya Air Terjun Cimunding Lebak

image

Seorang wisatawan sedang selfy dengan latar belakang air terjun Cimunding (bantenday.com

LEBAK, BANTENDAY.com – Air terjun Cimunding yang lokasinya di kecamatan Gunungkencana Kabupaten Lebak, bisa dijadikan alternatif untuk wisata pada akhir pekan. Keindahan alam disekitar air terjun dan derasya air terjun itu sendiri menjadi daya tarik pengunjung.

Air terjun yang satu ini sudah mulai banyak yang mengetahuinya, bukan hanya masyarakat lokal saja Lebak saja, melainkan warga di luar Lebak sudah banyak yang mengunjungi dan merasakan keindahan air terjun dan masih  alaminya suasana dikawasan tersebut.

Namun sayang pemerintah setempat belum menggali potensi wisata tersebut, terutama sarana infrastruktur pendukung untuk para wisatawan yang berkunjung ketempat tersebut. Namun  tempat menuju air terjun ini juga Slsangat menantang sekali dan bisa untuk out bond.

” Air terjunya sangat indah, kalau saya kesini hampir tiap minggu, jadi biar otak kembali fres dengan suasna alam seperti ini, ” ungkap Aef Sepudin, warga Rangkasbitung  Jum’at 20 Mei 2016.

Tempat wisata alam ini sering sekali di kunjungi pula oleh mahasiswa-mahasiswa di Lebak maupun Pandeglang, serang, cilegon, tangerang dan sebagainya sebagai objek wisata alam yang benar-benar alami dan suka di jadikan objek penelitian.

Terdapat banyak keindahan alam yang terpancar mulai dari air terjunnya sendiri yang indah, terlihat juga pemandangan sekitarnya yang sangat indah yang bisa memanjakan pengunjung.(YEE/A1)

Permalink ke Rano Ingin Seba Baduy Masuk Kalender Nasional
NEWS, wisata

Rano Ingin Seba Baduy Masuk Kalender Nasional

image

Gubernur Banten Rano Karno saat menerima seba Baduy di Serang ( poto : dedi/ bantenday.com)

SERANG, BANTENDAY.comRibuan  warga suku Baduy mengikuti upacara adat yang dikenal Seba Baduy.  Upacara ritual seba Baduy digelar di Pendopo Gubernur Banten, di Kawasan Alun-Alun Kota Serang, Sabtu 14 Mei 2016.

Seba yang dilakukan warga yang bermukim dilereng gunung Kendeung pedalaman Kabupaten Lebak itu rutin  dilakukan tiap tahun setelah panen raya dengan menyerahkan beras, palawija, gula merah dan hasil bumi lainya kepada Bapak Gede, Gubernur Banten.

“Setiap tahun seba Baduy akan berlangsung, tapi memang tiap tahun itu berbeda, karena ada seba kecil ada seba besar, kali ini seba kecil tidak lebih dari 1.500 orang.Tahun lalu hampir 3.000 lebih, tapi artinya tiap tahun seba Baduy pasti ada,” kata Gubernur Banten Rano Karno.

Karena acara seba Baduy rutin dilakukan tiap tahun itu, Rano ingin acara peringatan seba Baduy itu di jadikan Kalender Nasional.

” Kita ingin seba Baduy ini menjadi kalender nasional, tapi memang ada sedikit problem kalender ini yang menyerahkan tanggalnya mereka, kita tidak bisa menentukan tahun depan tanggal berapa yah,” ujarnya. (dey/a2)

Permalink ke Pengunjung Balong Ranca Indah Keluhkan Tidak Dipasang Pagar Pengaman
wisata

Pengunjung Balong Ranca Indah Keluhkan Tidak Dipasang Pagar Pengaman

image

Salah satu sudut balong rancalentah Rangkasbitung ( bantenday.com)

LEBAK, BANTENDAY.com – Situ atau Balong Rancalentah yang disulap menjadi tempat wisata keluarga oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, melalui Dinas Cipta Karya Kabupaten Lebak, dikeluhkan oleh pengunjung karena dipinggir situ tidak dipasang pagar pengaman untuk anak agar tidak terjatuh kedalam situ tersebut.

Yeni, salah seorang pengunjung asal Kelurahan Muara Ciujung Timur mengatakan, dirinya berkunjung ke tempat tersebut membawa kedua anaknya yang masih duduk dibangku sekolah dasar dan TK sambil jalan-jalan sore.  

“Saya merasa khawatir saja, takutnya kita lengah namanya juga ditempat keramaian. Anak kecil kan tahu sendiri, setidaknya kan kalau ada pagar pengaman tidak terlalu khawatir walaupun kita tidak tahu kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja,” katanya kepada bantenday.com dilokasi Wisata Keluarga Balong Ranca Indah, Senin (09/5/2016).

Menurut Ia, sebaiknya pemerintah kalau mau membangun tempat wisata harusnya memikirkan keselamatan pengunjung agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

 “Dengan dibangunnya Balong Ranca Indah saja  saya sebagai warga Rangkasbitung sudah merasa bersukur, namun itu tadi alangkah baiknya dibuat pagar pengaman untuk keselamatan anak. Masa taman kota saja supaya tanamannya tidak terinjak dibuatkan pagar, ini yang menyangkut keselamatan pengunjung masa tidak dibuatkan pagar,” ungkapnya.   

Menanggapi hal tersebut Wawan Hermawan, Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Lebak mengatakan, untuk saat ini pihaknya telah membuat tanggul yang bisa dijadikan tempat duduk yang berfungsi untuk menjaga keselamatan.

“Dulunya kan sebelum dibangun tidak ada tanggul sama sekali, sekarang telah dibuatkan tanggul setinggi 40 sentimeter. Fungsinya selain menjadi tempat duduk ya untuk menjaga keselamatan juga, kalau dibandingkan dengan kondisi awal sekarang ini lebih aman,” ujarnya.

Terkait dengan keluhan agar dipasangnya pagar pengaman Wawan mengatakan, pihaknya belum merencakan itu namun akan mengkaji keluhan tersebut dan melihat unsur estetikanya.

“Memang unsur keamanan penting, tapi nanti begitu dipagar kelihatan tidak indah namanya bukan Ranca indah lagi. Kalau taman walaupun pagarnya rendah itu mungkin tujuannya agar tidak diinjak, kalau ini nggak mungkin orang sengaja mau menginjak apalagi mau loncat ke situ Ranca indah,” ungkapnya. (d suhada/a3)

 

Permalink ke Fasilitas Wisata Religi Banten Banyak Dikeluhkan Pengunjung
wisata

Fasilitas Wisata Religi Banten Banyak Dikeluhkan Pengunjung

image

Wisata Banten Lama/antarabanten.com

SERANG,- BANTENDAY.com – Hari terakhir libur panjang dalam rangka menyambut Isra Mi’raj dan Kenaikan Isa Almasih, ribuan wisatawan dari berbagai daerah kunjungi obyek wisata religi Banten Lama yang ada di Kota Serang, Provinsi Banten, baik yang bertujuan hanya untuk berwisata maupun berziarah.

Namun sangat disayangkan, dengan banyaknya jumlah pengunjung ke tempat tersebut. Banyak fasilitas yang masih harus dibenahi baik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) maupun Pemerintah Provinsi.

Ade Nikmatullah, salah seorang pengurus makam Maqbaroh (Makam Sulthan Maulana Hasanuddin-red) mengatakan, banyak para pengunjung yang mengeluhkan beberapa fasilitas yang ada di Banten Lama.

“Sering terjadi pengunjung kebingungan ketika saat akan berziarah ke makam Maqbaroh, karena tempat parkir yang disediakan tidak dalam satu titik minimal ditertibkan lah. Bukan itu saja, bahkan sering terjadi para pengunjung kehilangan kendaraan karena semrawutnya pengelolaan parkir kendaraan,” keluh Ade pada bantenday.com di lokasi makam, Minggu (08/5/2016).

Menurut Ia, masih banyak fasilitas yang harus dibenahi oleh pemerintah daerah untuk keamanan dan kenyamanan para pengunjung yang datang diantaranya, pengelolaan sampah, fasilitas jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Pengunjung yang datang khususnya yang berziarah ke makam itu 24 jam, banyak yang mengeluhkan kurangnya penerangan jalan umum. Untuk bulan ini (rajab-red) pengunjung lebih banyak dari hari biasanya, ketika menuju lokasi makam maupun ke musium berdesakan karena jalannya sempit,”ujarnya.

Dia juga mengakui, kalau jalan yang rusak memang sering diperbaiki oleh pemerintah daerah. Namun, kebutuhan yang diperlukan pelebaran jalan karena untuk mengantisipasi membludaknya jumlah pengunjung pada hari besar Islam.  

“Perbaikan juga kan hanya tambal sulam saja dan usia pemeliharaan tersebut juga tidak terlalu lama, kebutuhan yang diperlukan itu seharusnya pelebaran jalan karena untuk mengantisipasi jumlah pengunjung yang datang pada hari besar Islam. Yang saya dengar sih katanya akan ada pelebaran jalan, namun sampai saat ini belum juga ada realisasinya,” pungkasnya.(dede/a3)

 

Permalink ke Ribuan Peziarah Padati Banten Lama
Religi, wisata

Ribuan Peziarah Padati Banten Lama

image

Sejumlah anak sekolah melakukan studi luar ruangan di bekas Ruangan Sultan Maulana Hasanudin Kraton Sorosowan, Serang, Banten (antara)

SERANG, BANTENDAY.com – Ribuan peziarah dari berbagai daerah memadati objek wisata religi di Provinsi Banten untuk memanfaatkan libur panjang sejak Kamis hingga Minggu.

Dari pantauan, Minggu,  ribuan peziarah memadati sejumlah objek wisata religi di Provinsi Banten. Mereka datang bersama keluarga dan rombongan dengan menggunakan mobil pribadi dan bus pariwisata.

Mereka yang datang ke tempat itu, tidak hanya dari pelosok wilayah Provinsi Banten, tapi juga dari berbagai kota di luar Banten, seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Bandung, bahkan ada yang dari Pulau Sumatra. 

Pengunjung memadati sejumlah lokasi wisata religi sejak pagi hingga siang, seperti Masjid Agung Banten Lama dengan berziarah ke makam Sultan Maulana Hasanudin.

Selain berziarah ke makam Sultan Hasanudin, mereka  juga mendatangi museum situs purbakala yang lokasinya tidak jauh dari Masjid Agung Banten Lama.

Pengunjung juga memadati objek wisata religi Makam Syech Mansyur Cikadueun, Batu Quran, Gunung Santri, serta makam Asnawi Caringin Kabupaten Pandeglang.

“Kami bersama rombongan majelis taklim mengunjungi sejumlah obyek wisata religi untuk berziarah,” kata Muhammad Soleh, warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak saat ziarah di Makam Sultan Maulana Hasanudin.

Ia bersama rombongan mendatangi kawasan Banten Lama untuk mengenang perjuangan Sultan Maulana Hasanudin sebagai penyebar agama Islam di Tanah Air.

Selain itu, ia juga melihat museum kepurbakalaan pada abad 16 sebagai peninggalan sejarah Sultan Maulana Hasanudin.

Pada kesempatan itu, dia melihat-lihat koleksi yang dipajang sebagai bukti sejarah di tempat itu seperti berbagai jenis senjata , gerabah, keramik, dan juga koin mata uang kuno.

Suhendri, peziarah yang warga DKI Jakarta mengaku dirinya bersama keluarga mendatangi objek wisata Makam Syech Mansyur Cikadueun Kabupaten Pandeglang untuk berziarah pada libur akhir pekan.

Ziarah ke Makam Syech Mansyur, katanya, tradisi yang sudah lama dilakukannya bersama keluarga. 

“Saya asli warga Pandeglang, namun tinggal di Jakarta. Jadi, melakukan ziarah ke sini sudah menjadi tradisi keluarga,” ujarnya.(antarabanten)

Permalink ke DPRD Lebak Konsultasi Raperda Parawisata
wisata

DPRD Lebak Konsultasi Raperda Parawisata

image

Pimpinan DPRD Lebak selfy bersama kementerian Parawista, usai konultasi raperda

Bantenday.com, Lebak – Meskipun kaya dengan potensi wisata, namun pemerintah kabupaten setempat belum menjadikan prioritas utama untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor tersebut.

Untuk menggali potensi wisata beserta sarana penunjangnya, DPRD Lebak melakukan konsultasi dengan kementerian pariwisata pada 12/04/2016,  yang diterima langsung Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat,  Oneng S Harini. Kedatangan wakil rayat dari Lebak itu  terkait Raperda.

” Melihat kunjungan wisatawan semakin meningkat di Lebak yang kaya akan potensi wisata baik potensi wisata alam ataupun wisata budaya yang menjadi kearifan lokal. demi meningkatkan PAD serta menjadi sumber penghasilan ekonomi di masyarakat lokal,” ungkap Ketua DPRD Lebak Junaedi Ibnu Jarta,

Sebab itu dia beserta rombongan berkonslutasi dengan kementerian parawisata dengan membawa  rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah, untuk ditetapkan menjadi rencana induk pembangunan kepariwisataan nasional, terutama tentang penyelenggaraan usaha desiminasi kepariwisataan.

Yang mana lanjutnya ada 13 jenis usaha jsasa wisata yang segera di tetapkan dalam Perda Lebak karena UU dan Permen Jasa Ke Pariwisata sudah ditetapkan.

Dijelasnnya, melihat di Lebak ini banyak usaha wisata yang belum memiliki ijin sehingga sangat merugikan pemerintah yang berdampak pada ekonomi sosial masyarakat, selain itu kami DPRD Lebak banyak menerima laporan dari para calon investor pelaku usaha wisata yang inggin berinvestasi mengalami kesulitan dalam proses perizinan usaha wisatanya.

” Daripada didiamkan dan menjadi ajang bacakan oknum yang tidak bertanggung jawab serta menjamurnya usaha wisata tanpa ijin lebih baik segera kita tetapkan Perda wisatanya melalui sidang paripurna tanggal 9 Mei 2016. Untuk menjadi landasan payung hukum izin usaha wisata dan menambah pendapatan asli daerah sesuai dengan undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang usaha penyelenggaraan kepariwisataan dan induk kepariwisataan.

” Jika dibandingkan dengan Perda Izin uaha lain seperti pertambangan yang sangat jauh ketimpanganya dengan PAD yang di hasilkan dibanding kerusakan yang ditinggalkan para pelakuqtambang. Usaha wisata sangatlah elegan dalam menopang PAD,” tandasnya.(kiki/a1)

Permalink ke Libur Nasional Pengunjung Wisata Air Panas TBL Meningkat 20%
wisata

Libur Nasional Pengunjung Wisata Air Panas TBL Meningkat 20%

image

Nampak para pengunjung wisata pemandian air panas Tirta Buana Lebak, sedang berendam menikmati air panas

bantenday.com, Lebak – Libur nasional kunjungan wisatawan pemandian air panas Tirta Lebak Buana (TBL), Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, meningkat.

Berdasarkan pantauan dilokasi wisata tersebut ada peningkatan jumlah pengunjung, walaupun tidak terlalu signifikan karena libur nasional tersebut bukan libur sekolah.

Mamik Pramanik, pengelola tempat wisata Tirta Buana Lebak mengatakan, untuk kunjungan wisata sekarang ini memang ada peningkatan, namun tidak terlalu signifikan.

“Peningkatannya sekitar 20% dari hari biasa, namun ini kan bukan libur panjang sekolah, jadi liburnya itu hanya pada hari Jum’at saja sedangkan hari Sabtunya anak-anak masih sekolah, sehingga ketika para pengunjung ingin membawa anaknya untuk berlibur waktunya terlalu sempit. Tapi, kalau libur panjang sekolah kenaikannya bisa mencapai 50%,” ujar Mamik, pada bantenday.com di Cipanas Lebak, Jum’at (25/03/2016).

Menurut Mamik, walaupun ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sebagian besar pengunjung datang dari luar Kabupaten Lebak.

“Sekitar 90 persen pengunjung adalah dari luar Kabupaten Lebak, seperti dari Bogor, Tangerang, Balaraja, Cikupa dan wilayah lainnya,”katanya.

Mamik mengaku, dirinya selaku pengelola merasa heran, kenapa masyarakat yang ada di Kabupaten Lebak sendiri pengunjungnya lebih sedikit daripada daerh lain yang letaknya begitu jauh.

“Sosialisasi sudah kami lakukan melalui beberapa media, baik elektronik maupun media cetak, namun tidak ada perubahan. Mungkin, mereka (Warga Lebak-red) lebih memilih tempat wisata air lain, karena di Kota Rangkasbitung sendiri sekarang ini telah banyak berdiri. Sedangkan untuk yang diluar wilayah Lebak, wisata air panas tidak ada sehingga lebih memilih kesini,”ungkapnya.

Sementara Subur, salah seorang pengunjung asal Kota Tangerang, dirinya bersama keluarga sengaja berwisata ke pemandian air panas, selain rekreasi juga untuk menikmati khasiat dari air panas alami yang mengandung belerang.

“Di tempat saya sendiri kan tidak ada tempat wisata pemandian air panas seperti disini, jadi saya lebih memilih kesini karena selain liburan, sekalian memanfaatkan  khasiat dari air panas alami itu sendiri,” ungkapnya.(dee/a1)

 

Berita Acak