Kategori: GAYA HIDUP

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Kolam Renang Bina Insan Mandiri Tawarkan Rekreasi Murah dan Mewah
GAYA HIDUP, NEWS, wisata

Kolam Renang Bina Insan Mandiri Tawarkan Rekreasi Murah dan Mewah

 

image

LEBAK,BANTENDAY.com – Bagi masyarakat Lebak, khususnya warga sekitar Kota Rangkasbitung yang butuh tempat rekreasi kolam renang tak perlu jauh-jauh dan mengeluarkan dana yang  besar. Sebab, Bina Insan Mandiri (BIM) yang berlokasi di Cimesir, Pasir Ona Rangkabitung menawarkan rekreasi murah dengan fasilitas yang tak kalah menarik dengan tempat-tempat rekreasi lainnya.

image

Dengan hanya mengeluarkan kocek kurang dari Rp 10.000 hingga Rp 15.000, para pengunjung bisa dimanjakan dengan berbagai arena permainan air di kawasan rekreasi kolam renang tersebut. Tak hanya suasana kolam renang asri karena di penuhi pepohonan rindang juga menjadi tempat yang cocok bagi pengunjung yang membutuhkan ketenangan setelah seharian penat beraktivitas.

image

Bagi pengunjung yang hobi bernyanyi, pihak pengelola juga menyuguhi hiburan live musik, mulai dari genre dangdut, pop dan genre musik laiinya. Sajian berbagai fasilitas, mulai dari hiburan dan tempat berkumpulnya keluarga pengujung merupakan bagian dari upaya pihak pengelola yang ingin memberikan pelayanan terbaik bagi pengujung.

Pengujung yang datang ke kolam renang ini, tak hanya berasal dari sekitar kota Rangkasbitung. Di beberapa daerah lain juga banyak yang datang. Hal itu tidak lain, karena selain fasilitas yang disediakan memadai juga harga tiket yang sangat terjangkau.

image

“Tempatnya nyaman, banyak fasilitasnya. Yang terpenting, harga tiket masuk ke tempat kolam renang ini juga sangat terjangkau,” kata Wili salah seorang pengunjung. (Adv)

Permalink ke Dikejar Satpol PP, PSK di Lebak Ngumpet di Kandang Ayam
GAYA HIDUP, NEWS, PERISTIWA

Dikejar Satpol PP, PSK di Lebak Ngumpet di Kandang Ayam

 

image

Petugas menggiring PSK yang terjaring razia ( bantenday.com)

Lebak,Bantenday.com-Niat mengelabui petugas agar tak terjaring razia,  10 Orang Pekerja Sexs Komersial (PSK) di Lebak, Banten nekat bersembunyi di sebuah kandang ayam. Alih-alih, persembunyiannya diketahui juga oleh petugas dan akhirnya mereka pun harus rela di gelandang petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan jajaran TNI Detasemen Polisi Mliter Lebak  dalam razia penyakit masyarakat (pekat) digelar menjelang bulan suci ramadan, Selasa (24/5/2016) malam.

 

Razia tersebut berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB dengan titik lokasi pertama, yaitu di sejumlah warung remang-remang di sepanjang jalan Sajira-Rangkasbitung, tepatnya di Kampung  Cipager, Kecamatan Sajira. Di lokasi tersebut, petugas mendatangi satu persatu warung yang disinyalir kerap di jadikan tempat mangkal para PSK.  Ketika petugas hendak memasuki warung tersebut, para PSK langsung melarikan diri, sehingga terjadi lah aksi kejar-kejaran antara petugas dan PSK. Bahkan, beberapa orang PSK nekat bersembunyi di sebuah kandang ayam milik warga. Namun,  berkat kejelian petugas para PSK tersebut akhirnya berhasil diamankan dan diangkut ke kendaraan yang selanjutnya di bawa ke kantor Satpol PP untuk di data dan diberikan pengarahan. Kemudian, razia berlanjut ke Jalan Sunan Kalijaga tepatnya di kawasan terminal lama. Di lokasi tersebut petugas berhasil menjaring beberapa PSK termasuk seorang pria diduga mucikari.

 

“Ini bagian dari razia rutin dan akan terus kami tingkatkan lagi menjelang bulan suci ramadhan. Mereka yang terjaring akan kami data dan kami lakukan pembinaan,” kata Kepala Satpol PP Lebak, Vidia Indra.

 

Bagi mereka yang tidak terbukti menjadi PSK, kata dia, akan dikembalikan kepada keluarganya, termasuk akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk diberikan pembinaan. Menjelang bulan Ramadan, pihaknya juga akan terus meningkatkan razia rutin semacam ini. Upaya ini juga bagian dari amanat dalam Peraturan daerah (Perda).

 

“Menjelang bulan ramadan kita akan terus meningkatkan pengawasan,” katanya. (ASE/A2)

 

Permalink ke Jika Tempat  Karoke dan Meseg di Tangerang Bandel, Zaki : Saya Razia Sendiri, Saya Langsung Segel
BERITA POPULER, GAYA HIDUP, NEWS

Jika Tempat Karoke dan Meseg di Tangerang Bandel, Zaki : Saya Razia Sendiri, Saya Langsung Segel

image

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (tengah)/bantenday.com

.

TANGERANG, BANTENDAY.comBulan suci ramadhan pada 2016 ini tinggal hitungan hari. Pemerintah Kabupaten Tangerang mewanti – wanti agar tempat hiburan berhenti beraktivitas selama masyarakat muslim menjalankan ibadah puasa. Bupati Ahmed Zaki Iskandar siap menyegel tempat hiburan yang terbukti tetap nekat beroperasi.

Ya tempat hiburan harus tutup selama bulan ramadhan ujar zaki, sapaan akrab nya saat di hubungi wartawan minggu 22/05/2016.

Awal juni  2016 mendatang umat muslim di Indonesia memulai menunaikan puasa. Biasanya Pemda kabupaten Tangerang melalui Disbudpar Kabupaten Tangerang, slalu melayangkan surat edaran kepada pengusaha atau pengelola tempat hiburan berkaitan larangan aktivitas sepanjang bulan ramadhan.

Zaki meminta pengelola tempat hiburan untuk mematuhi aturan tersebut. Sebab personal Satpol PP Kabupaten Tangerang dan pihak berwenang lainnya bakal terus  melakukan pemantauan terhadap lokasi hiburan seperti tempat hiburan karoke  dan Massage.

Bila ternyata ada tempat hiburan melanggar larangan atau membandel tetap buka, pria dua putra ini menyatakan tidak akan diam diri.
“Nanti saya razia sendiri, saya segel,”  ancam Zaki.(Gus/a1)

Permalink ke Balita Penderita Hydrocephalus Itu Hanya Berbaring Lesu
GAYA HIDUP

Balita Penderita Hydrocephalus Itu Hanya Berbaring Lesu

image

Nampak kondisi Randu Wasa (4 bulan) usai dilakukan operasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo belum lama ini.

Bantenday.com,- Randu Wasa (4 bulan) putra dari pasangan Saripudin (37) dan Umiyati(28), warga Kampung Citapen, Desa Ciuyah, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten itu kini hanya bisa berbaring lesu, karena ssejak lahir mengalami penyakit gangguan aliran cairan dalam otak (Hydrocephalus). Pihak keluarganya mengaku belum pernah memeriksakan kesehatannya di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung lantaran  pihak medis setmpat beralasan, Randu bisa dirawat setelah menunggu berat badan ideal dan usia yang cukup.

” Kata orang RSUD Adjidarmo, bahwa bayi ini harus menunggu berat badan 6 kilogram dan usia 6 bulan. Anak saya kan lahir di RSUD tersebut, ya pihak rumah salit menyarankan seperti itu sehingga saya menunggu. Karena melihat kepala anak saya semakin membesar, makanya saya panik sehingga dibawa ke RSUD Drajat di Serang,” ucapnya saat ditemui wartawan dikediamannya, Jum’at (16/04/2016).

Namun, kata Saripudin, bukan penanganan yang diberikan oleh pihak rumah sakit, malah dirinya disarankan untuk menunggu karena dokter yang menangani penyakit tersebut sedang tidak ada.

“Ketika di RSUD Drajat, saya disarankan menunggu keesokan harinya karena dokter yang menangani sedang tidak ada. Sehingga terpaksa saya pulang dan meminta rujukan ke RSUD Adjidarmo, untuk dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Jakarta,” terangnya.

Menurutnya, sesampainya di RS Cipto langsung diberikan penanganan dan perawatan selama 44 hari.

“Bahkan dokter yang menangani anak saya itu menyayangkan, seharusnya penanganan penyakit tersebut dilakukan sejak dini tidak harus menunggu berat badan dan usia yang ideal,” ungkapnya.

Untuk saat ini kata ia, karena terbentur biaya kebutuhan sehari-hari, terpaksa perawatannya dilakukan di rumah.

“Karena tidak ada biaya untuk sehari-hari, terpaksa kami merawatnya dirumah,” pungkasnya.(dee/a3)

Permalink ke Peringati Hari Kesehatan Sedunia, Mahasiswa Lebak Gelar Donor Darah
GAYA HIDUP

Peringati Hari Kesehatan Sedunia, Mahasiswa Lebak Gelar Donor Darah

image

Mahasiswa Lebak gelar donor darah

Bantenday.com, Lebak – Guna memperingati hari kesehatan internasional yang jatuh pada tanggal 07/04/2016 pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia FKIP Setia Budhi Rangkasbitung yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menggelar seminar kesehatan dan donor darah.

“Itu bukti cinta kami terhadap masyarakat Lebak, bahwa kesehatan perlu dijaga dan Lebak sehat harus terwujud,”kata Julianti Sunardi Ketua Panitia, Kamis (07/04/2016).

Menurutnya, pelaksanaan seminar sehat dan donor darah yang dilaksanakan di STKIP setia Budhi dipilih karena salah satu cara Simple yang menunjukan bukti kepedulian terhadap kesehatan masyarakat Lebak, sekaligus mendukung program Bupati Lebak.

“Sekalian mendukung Lebak sehat 2019,”tegasnya.

Senada dikatakan Naim Alfauzi ketua PMII Lebak, ia mengatakan kegiatan yang memiliki 100 peserta ini murni merupakan bentuk kepedulian dan tidak ada unsur apapun.

” Ini murni peduli kepada masyarakat dan membantu program Bupat Lebak, yakni Lebak sehat,”sambungnya. (as/a1)

Permalink ke Dinkes Lebak Semua Desa Di Lebak Miliki Pustu
GAYA HIDUP

Dinkes Lebak Semua Desa Di Lebak Miliki Pustu

image

Kepala Bidang Pengembangan Kesehatan Dinkes Lebak, Agus Darsono

bantenday.com, Lebak – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak menargetkan, tahun ini seluruh wilayah di Kabupaten Lebak memiliki Pusat Kesehatan Terpadu (Pustu) dan juga status Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) menjadi Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP). Hal itu dilakukan untuk mempermudah dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Kepala Bidang Pengembangan Kesehatan Dinkes setempat, Agus Darsono mengatakan, tahun ini pihaknya sedang memfokuskan untuk membangun Pustu dan meningkatkan status Puskesmas menjadi DTP. Hal ini juga berdasakan banyaknya usulan atau pengajuan yang masuk ke pihaknya pada penyusunn rencana kerja Dinkes tahun 2017.

“ Semoga tahun 2017, target Pustu dan Puskesmas DTP bisa terealisasi,” katanya.

Dijelaskannya, dari total 42  Puskesmas yang ada, sampai tahun 2016 ini sudah 21 Puskesmas yang sudah menjadi DTP, pihaknya optimistis tahun 2017 Puskesmas DTP bisa tercapai 60 persen.  Peningkatan status TDP ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah dalam mengalokasi anggaran untuk pembangunan Puskesmas di Lebak.
 
“Saat ini, sekitar 50 persen Puskesmas di Lebak yang sudah berhasil dibangun. Saat ini kami juga sedang menentukan lokasi mana saja yang akan mendapatkan bantuan,” katanya.

Kata dia, tercapainya target tersebut menjadi salah satu tolak ukur suksesnya program Lebak Sehat tahun 2019. Sebab, dalam program Lebak Sehat tersebut, keberadaan Puskesmas menjadi salah satu hal mutlak dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi masyarakat pelosok.

“Keberadaan Puskesmas sangat bersentuhan dengan masyarakat, sehingga pemerintah terus berupaya mengoptimalkan kapasitas Puskesmas, baik secara kualitas maupun kuantitas,” katanya. (HZ/a1)

 

GAYA HIDUP

88 Warga Meninggal Dunia Akibat Terjangkit HIV AIDS

bantenday.com-  Sedikitnya 171 orang warga Kabupaten Lebak, Banten terdeteksi terjangkit human immunodeficiency virus dan acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) sepanjang tahun 2000 hingga 2015 kemarin. 

Penderita yang terjangkit virus tersebut, kebanyakan pasangan suami istri dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 88 orang.

Kepala Bidang  Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Lebak, Dr Firman mengatakan, kasus penderita HIV/AIDS di Lebak dari tahun 2000 hingga 2015 kemarin tercatat mencapai 171 kasus, dengan kasus meninggal dunia sebanyak 88 orang. Mereka yang terkena dan terdeteksi terjangkit HIV/AIDS kebanyakan pasangan suami istri.

“ Jumlah itu yang sudah terdeteksi, tapi jumlah sebenarnya kami prediksi lebih banyak bisa mencapi seribu orang lebih, sebab kasus ini seperti fenomena gunung es,  mereka yang terdeteksi terjangkit HIV/AIDS kebanyakan merupakan suami istri, termasuk anak-anak usia bayi ada juga yang terjangkit penyakit tersebut.

Penularan terjadi dari orang tuannya atau ibu yang saat itu mengandung anaknya dalam keadaan sudah terjangkit  penyakit tersebut,” kata Firman, kemarin

Kata dia penderita HIV/AIDS diketahui dengan cara tidak disengaja, yaitu ketika mereka berobat ke rumah sakit karena mengalami penyakit lainnya yang tak kunjung sembuh. Setelah dilakukan serangkaian test, barulah diketahui ditubuh orang tersebut terdeteksi penyakit atau virus HIV/AIDS.

“Mereka yang terjangkit HIV/AIDS tidak menyadari jika ditubuhnya  terdapat virus tersebut. Virus baru terdeteksi setelah orang yang bersangkutan berobat karena mengalami penyakit lainnya yang tak kunjung sembuh,” katanya.

Dijelaskan, virus tersebut menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang yang terjangkit. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Sementara, penularannya bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain melalui hubungan seks tanpa bebas atau berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom, melalui alat suntik yang tak steril atau bekas  dengan orang yang positif mengidap HIV terutama di kalangan pengguna narkotika suntik dan melalui transfusi darah atau produk darah yang sudah tercemar HIV.

“Prilaku seks bebas sangat rentan terjangkit HIV/AIDS, sehingga gaya hidup semacam itu harus dihindari,” katanya.

Upaya penanggulangan terhadap warga yang terjangkit HIV/AIDS terus dilakukan, yaitu dengan cara memberikan perawatan melalui obat-obatan yang sudah disediakan secara gratis. Hanya saja obat tersebut sifatnya bukan untuk menyembuhkan, melainkan hanya sebatas untuk memperlambat perkembangan penyakitnya saja. Sementar virus nya tidak bisa dihilangkan.

“Pengobatan itu hanya sebatas menjaga kekebalan tubuh untuk memperlambat perkembangan penyakit atau virusnya saja, bukan untuk mengobati. Akan tetapi, dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya,” tukasnya.(HZ/A1)

Berita Acak