Kategori: EKONOMI BISNIS

Popular

Berita Terbaru

Permalink ke Hal yang Harus Diperhatikan untuk Mendekor Rumah Saat Ramadhan
EKONOMI BISNIS

Hal yang Harus Diperhatikan untuk Mendekor Rumah Saat Ramadhan

image

Joe Wolf/flickr

BANTENDAY.com – Bulan Ramadhan, bulan yang suci kini sudah tiba. Seluruh umat Muslim bergembira menyambut kedatangannya. Banyak cara yang digunakan oleh umat Muslim dalam menggambarkan kebahagiaan menyambut Ramadhan salah satunya adalah dengan mendekor ulang rumah agar mendapat suasana yang baru.

Bagi Anda yang juga berencana untuk mendekor ulang rumah saat Bulan Ramadhan, kira-kira apa saja yang harus diperhatikan? Berikut ulasannya untuk Anda.

Cari Referensi yang Tepat dari Desainer Interior

Tren desain interior selalu mengalami perubahan, untuk itu ada baiknya jika sebelum mendekor ulang tampilan hunian Anda mencari sebanyak-banyaknya referensi tentang apa saja yang sedang in saat ini agar tidak sia-sia. Referensi-referensi tersebut dapat dengan mudah ditemukan di internet, apalagi mengingat hasil sebuah survei yaitu 34.9% orang di Indonesia kini telah mengakses internet secara reguler tiap harinya.

Tentukan Mood Apa yang Ingin Diciptakan

Kita semua tahu bahwa satu warna akan menciptakan mood . Untuk itu, cermatlah dalam memilih warna yang akan digunakan. Misalnya ingin menciptakan mood yang ceria, Anda bisa menggunakan warna cerah seperti kuning atau jika ingin memunculkan kesan tenang juga sejuk, pakai saja warna biru muda.

Ajak Anggota Keluarga Berdiskusi

Rembukkan dengan keluarga, tema dan warna apa yang ingin dipakai untuk mendekor hunian. Jangan sampai, ketika sudah habis-habisan mengatur ulang malah tidak disukai oleh anggota keluarga yang lain. Berdiskusi dengan keluarga juga terkadang bisa memunculkan ide brilian baru untuk hunian. (Est/A1)

Permalink ke Ada Pungli di Pelabuhan Bongkar Muat Kapal Tongkang PT Cemindo?
BERITA POPULER, EKONOMI BISNIS, NEWS

Ada Pungli di Pelabuhan Bongkar Muat Kapal Tongkang PT Cemindo?

 

image

LEBAK,BANTENDAY.com-Aktivitas bongkar muat kapal tongkang di pelabuhan/terminal khusus pabrik semen PT Cemindo Gemilang Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten diduga diwarnai pungutan liar (Pungli). Ironisnya, pungutan dari setiap tongkang yang mengangkut hasil tambang batu bara dan clingker (bahan mentah semen) tersebut terkesan di legalkan oleh oknum pengurus pelabuhan dengan memberikan jatah kepada sejumlah oknum yang mengatsnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masayarakat (Ormas).

“Nilai pungutanya cukup besar. Dalam satu bulan, jatah yang diberikan kepada oknum LSM dan Ormas dari pengurus pelabuhan mencapai puluhan juta Rupiah. Setahu saya jatah yang mereka pinta (oknum LSM-red) Rp 500 per ton, jika di kalkulasikan satu bulan mencapai Rp 60 juta,” ungkap seorang pengurus pelabuhan yang minta namanya dirahasiakan kepada Wartawan.

Jatah tersebut diberikan kepada para oknum setelah tongkang selesai melakukan bongkar muat. Jatah kordinasi itu, diberikan langsung oleh pengurus Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) pelabuhan berinisial EP. Jatah tersebut untuk kordinasi pengamanan agar kegiatan bongkar muat tongkang berjalan kondusif.

“Jatah itu katanya sebagai uang kordinasi dan pengamanan, untuk memback up kegiatan bongkar muat tongkang. Soalnya, bongkar muat berdampak negatif terhadap lingkungan,” ujarnya. (Anton/A2)

 

Permalink ke Pasca Gabungnya Polresta Tangerang ke Polda Banten, Potensi Pendapatan Bertambah Rp250 M
BERITA POPULER, EKONOMI BISNIS, NEWS

Pasca Gabungnya Polresta Tangerang ke Polda Banten, Potensi Pendapatan Bertambah Rp250 M

image

Razia pajak kendaraan di Rangkasbitung ( dok.bantenday.com)

SERANG, BANTENDAY.com – Pasca bergabungnya Polresta Tangerang ke Polda Banten, maka Pemprov Banten akan mendapatkan tambahan pendapatan terutama dari pajak kendaraan roda dua dan  empat mencapai Rp250 Miliar.

“Jadi total kendaraan 834.198 dengan potensi pajak Rp250 miliar. Dalam pendapatan saat ini tidak berubah, karena masih belum masuk di  wilayah Provinsi Banten,” kata Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Banten, Nandy S Mulya, saat dihubungi bantenday.com melalui pesan singkatnya, Rabu 01 Juni 2016.

Di dalam proses mutasi plat nomor kendaraan sendiri sepenuhnya kewewenang aparat kepolisian. Pemprov Banten melalui petugas Samsat, hanya memproses pajak dan administrasi yang lainnya.

“Setelah pajak kendaraan 5 tahun habis baru pindah ke plat A, dan itu ranahnya polisi,” terangnya.

Terdapat 19 kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang yang akan berubah plat nomor kendaraannya,
“Wilayah hukum kepolisiannya berbeda. Jumlah kendaraannya yang di 19 kecamatan,” pungkasnya.( Dedi Supriyadi/A1)

Permalink ke Distan Lebak Gelar Bazar Murah
EKONOMI BISNIS, NEWS

Distan Lebak Gelar Bazar Murah

image

Kepala Dinas Pertanian Lebak, Dede Supriyatna (kri-red) bersama staf dan para kelompok tani saat melakukan bazar murah (bantenday.com)

LEBAK, BANTENDAY.com –  Untuk menstabilkan harga komoditas beberapa bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pertanian (Distan) yang bekerjasama dengan Toko Tani Indonesia (TTI), ASPARTAN juga Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Lebak-Pandeglang menggelar baza.

“Kegiatan ini sengaja kita lakukan untuk menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok, agar masyarakat tidak selalu mengeluhkan harga-harga bahan pokok yang kerap melonjak menjelang bulan suci ramadhan juga idul fitri,”kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak,  Dede Supriyatna, di Rangkasbitung, Minggu (29/5/2016).

Saat ini, Kata Dede, banyak masyarakat yang mengeluh dengan harga-harga komoditas yang mulai merangkak naik, karenanya bermula dari inisiatif para petani di Lebak yang ingin membantu pemerintah daerah, Dinas pertanian mencoba untuk memfasilitasi.

“Hari ini launching bazar, namun untuk kedepannya kita akan mengikuti instruksi dari Disperindagpas Lebak, yang rencananya selama bulan suci ramadhan bazar ini akan terus di gelar,”jelasnya.

Dede menuturkan, pada bazar kali ini yang diselenggarakan bersamaan dengan Car Free day, harga akan relatif lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran saat ini.

“Kita menjual harga bebrapa kebutuhan bahan pokok sepert, Beras Rp. 7.500/KG, Cabe Rp. 20 ribu/KG, Bawang merah Rp. 30 ribu/KG, Minyak sayur Rp. 12 ribu/Liter dan Daging Rp. 96 ribu/KG,”tuturnya.

“Saya harap masyarakat bisa memanfaatkan kemudahan yang telah diberikan pemerintah daerah juga para petani di Lebak,” kata Dede menambahkan.

Sementara, Sujana, petani Pepaya California asal Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak mengaku, dirinya merasa senang dengan fasilitas yang diberikan oleh Dinas Pertanian, karena ajang seperti ini bisa mengangkat penjualan serta dijadikan ajang promosi. Karena Pepaya California di Lebak belum memasyarakat, padahal dari segi ekonomi dapat dijadikan penghasilan tetap.

 “Kita sekalian mempromosikan kepada petani di Lebak, bahwa bertani pepaya juga lebih menjanjikan dan memiliki pangsa pasar yang cukup lumayan,” ungkapnya.(Suhada/A3)

 

Permalink ke Tahu di Pasar Rangkasbitung Diuji Lab, Hasilnya…
BERITA POPULER, EKONOMI BISNIS, NEWS

Tahu di Pasar Rangkasbitung Diuji Lab, Hasilnya…

image

Tahu di Pasar Rangkasbitung (bantenday.com)

LEBAK, BANTENDAY.com-  Untuk memastikan makanan yang beredar baik dipasar tradisional maupun pasar modern yang ada diwilayah Rangkasbitung, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, untuk keamanan para konsumen agar makanan tersebut layak konsumsi beberapa makanan dilakukan uji laboratorium.

Diantara makanan yang banyak dikonsumsi tersebut salah satunya tahu, untuk mengantisipasi dan memastikan salah satu makanan pengganti protein tersebut bebas dari formalin, dan bahan pengawet lain yang berbahaya saat dikonsumsi masyarakat.

Pemeriksaan dilakukan dengan cara mengambil sejumlah tahu secara acak yang kemudian dibawa ke laboratorium milik Dinas Kesehatan setempat.

“Kita ambil sampel secara acak, dan diperiksa di laboratorium Dinas Kesehatan,” kata Kabid Perdagangan Disperindag Lebak, Orok Sukmana.

Menurut Orok, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menghindari masyarakat dari bahan makanan berbahaya yang dijual oleh para pedagang. Dari sample yang telah diambil beberapa waktu lalu, setelah dilakukan hasil uji laboratorium pada operasi yang dilakukan beberapa waktu lalu makanan tersebut dinyatakan negatif.

“Kalau sudah di uji dan hasilnya negatif, kami juga juga tidak ingin merugikan pihak distributor dan pengecer, tentu akan langsung kami informasikan hasilnya kepada pedagang untuk bebas dijual ke masyarakat,” tukasnya.(Dede/A3)
 

 .

Permalink ke Gubernur Banten Usulkan Raperda Penyelenggaran Pangan
BERITA POPULER, EKONOMI BISNIS

Gubernur Banten Usulkan Raperda Penyelenggaran Pangan

 

image

Sekda Banten, Ranta Soeharta saat menyerahkan dokumen Raperda kepada Pimpinan Rapat Paripurna Adde Rossi Khaerunnisa. (bantenday.com)

SERANG, BANTENDAY.com – Mendukung kebijakan pemerintah terhadap penyelenggaraan pangan,  H Rano Karno Gubernur Banten, mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penyelenggaraan pangan. Merespon hal itu, Rabu ( 25/05) DPRD Banten menggelar rapat paripurna penyampaian nota pengantar Gubernur terkait raperda tersebut.

Dalam nota pengantarnya, Gubernur Banten sebagaimana disampaikan  H Ranta Soeharta Sekretaris Daerah Provinsi Banten, menyampaikan alasan diusulkannya Raperda tentang Penyelenggaraan Pangan. Dimana,  pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang harus tersedia, terjangkau, aman, bermutu, serta bergizi untuk dikonsumsi.

Guna mewujudkan hal tersebut,  maka diperlukan strategi dan kebijakan yang berpihak terhadap penyelenggaraan pangan dimulai dari hulu sampai hilir. Selain itu, selaras dengan program pemerintah pusat dalam membangun kedaulatan pangan,  yang tertuang dalam dokumen Nawacita yaitu mewujudkan Kemandirian Ekonomi dengan Menggerakkan sektor – sektor strategis ekonomi domestik.

“ Raperda ini memiliki peranan strategis dalam mendukung kebijakan tersebut, juga diharapkan mendorong pemerintah Provinsi Banten untuk dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, serta menjadi salah satu provinsi yang menjadi lumbung pangan nasional,”  papar Gubernur Banten.

Ditambahkannya, materi muatan Raperda ini pada prinsipnya dalam kerangka melaksanakan ketentuan Undang – undang Nomor 18 Tahun 2012,  tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015, tentang Ketahanan Pangan dan Gizi,  sera senapas dengan Undang – undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah.

Namun pada realitasnya, lanjut Gubernur lagi, keberadaan peraturan perundang – undangan tersebut, belum  memberikan dasar hukum secara operasional dalam menyelenggarakan pangan secara menyeluruh. Mengingat keberhasilan penyelenggaraan pangan,  tidak hanya menjadi tugas pemerintah provinsi semata,melainkan tugas ini juga melibatkan pemerintah daerah kabupaten dan kota se – Provinsi Banten, Badan Urusan Logistik (Bulog), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta peran dan partisipasi kelompok masyarakat di bidang pangan.

“Nantinya, raperda ini bukan hanya menjadi landasan hukum bagi Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Banten, Dinas Pertanian dan Peternakan Banten, akan tetapi juga menjadi dasar hukum bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya, diantaranya Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Badan Penanggulangan Bencana, serta Dinas Kelautan dan Perikanan, dalam menyusun perencanaan termasuk rencana aksi yang akan dilakukan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) nya “, tandas Gubernur. (Sopan Sopian/A1)  

 

Permalink ke Pabrik Semen Bayah Serobot Lahan Warga?
EKONOMI BISNIS, NEWS

Pabrik Semen Bayah Serobot Lahan Warga?

 

image

Pabrik semen bayah/net

LEBAK,BANTENDAY.com-Proses pembebasan lahan berdirinya pabrik semen PT Cemindo Gemilang di Kecamatan Bayah, Kabupataen Lebak, Banten menyisakan persoalan. Sebab, perusahaan yang kini sudah hampir lima tahun beroperasi  tersebut belum membayar uang ganti rugi terhadap pemilik lahan.

 

Adalah Jumriah (50) warga Desa Pamumbulan, Kecamatan Bayah salah satu pemilik lahan yang terkena pembebasan berdirinya perusahaan tersebut. Ia mengaku, sejak lahannya terkena pembebasan lahan, dirinya sama sekali belum menerima uang ganti rugi dari perusahaannya atas pembebasan lahan miliknya seluas 41.000 meterpersegi.

 

“Sampai saat ini, kami belum menerima uang ganti rugi. Bahkan, sejak lahan saya di bebaskan belum juga ada kejelasan bagaimana tindak lanjut proses pembayarannya,” kata Ade Hidayat ahli waris pemilik lahan kepada Bantenday.com, Rabu (25/5/2016).

 

Sebelum tanah berupa kebun miliknya oleh pihak perusahaan, menurutnya, lahan miliknya tersebut merupakan satu-satunya asset yang dapat diandalkan hasil perkebunan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluargannya sehari-hari. Tetapi, sejak lahannya di bebaskan dirinya tak lagi bisa berkebun karena sudah digunakan perusahaan untuk produksi perusahaan PT Line.

 

“Bahkan, SPPT nya sudah beralih nama menjadi wajib Pajak PT GAMA.  Saat ini kita hanya berharap pemerintah bisa membantu rakyatnya yang tertindas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan telah mentelantarkan masyarakat setempat,” tuturnya. (Kiki/Ase/A2)

Permalink ke Sudah Ada Pemenang Tender, Proyek DI Cisangu Tak Kunjung Dikerjakan
EKONOMI BISNIS, NEWS

Sudah Ada Pemenang Tender, Proyek DI Cisangu Tak Kunjung Dikerjakan

image

DI Cisangu bawah kecamatan Cibadak kabupaten Lebak (bantenday.com)

LEBAK, BANTENDAY.com Warga kecamatan Cibadak kabupaten Lebak mempertanyakan proyek rehabilitasi jaringan Cisangu Bawah yang hingga kini tak kunjung dikerjakan. Padahal penandatangan kontrak proyek tersebut sudah dilakukan sejak tanggal 18 April 2016 lalu.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa Cimenteng Jaya Kecamatan Cibadak, Suanda mengatakan keanehannya atas tidak segera dilaksanakannya proyek peningkatan irigasih Cisangu Bawah yang ada di desanya.

“Proyek senilai Rp3,9 Milyar dari APBD Provinsi itu harusnya sudah mulai dilaksanakan. Kalau sudah ada kontrak mau tunggu apa lagi?,” kata Suanda, Selasa 24 Mei 2016.

Ia mengaku heran mengapa pelaksanaan proyek itu terkesan diulur-ulur dan tidak segera dilaksanakan. Padahal sepengetahuannya, sudah ada pemenang pelang sejak ditandatangani kontrak pada tanggal 18- 20 April lalu. Sehingga rekanan seharusnya sudah
mengerjakan proyek itu.  Tapi sampai hari ini belum ada tanda-tanda aktifitas akan dimulai proyek tersebut.

“Drophing material belum ada, mobilisasi alat belum ada, tenaga kerja belum ada, kenapa bisa lambat begini?,” ujarnya.

Senada dengan Suanda, Kepala Desa Cisangu Kecamatan Cibadak juga mempertanyakan proyek irigasi Cisangu Bawah tersebut. Menurut Iden,  warga di desa Panancangan, Cimenteng Jaya dan Cisangu sangat butuh dengan perbaikan irigasi tersebut.

“Jangan ditunda-tunda. Kalau memang rekanan belum juga melaksanakan, harusnya Dinas Sumher Daya Air dan Pemukiman segera menegur kontraktor agar segera melaksanakan pekerjaannya,” kata Iden.

Sementara itu wakil ketua LSM  Komunitas Aspiratif, Agus Jaelani turut menyayangkan akan lambatnya pengerjaan rehabilitasi irigasi di Cibadak tersebut.

Agus mengatakan berdasarkan data yang dimilikinya, kegiatan paket peningkatan kontruksi Jaringan DI Cisangu bawah senilai 3,9 miliar tersebut sudah dilelangkan dan ada pemenang tendernya.

“Pemenangnya PT Karunia Abadi Kontruksi dan Pemenang cadangannya ada PT Kurnia Agung Rejeki. Seharusnya bila dalam jangka waktu 15 hari setelah tandatangan kontrak belum juga ada pelaksanaan kegiatan maka rekanan harusnya sudah mengerjakan proyek tersebut,” ungkapnya. ( Ase/A1)

Permalink ke Dewan Nilai Waralaba Cikulur Rugikan Pedagang Kecil
EKONOMI BISNIS, NEWS

Dewan Nilai Waralaba Cikulur Rugikan Pedagang Kecil

image

Anggota DPRD Lebak, Acep Dimyati (bantenday.com)

LEBAK, BANTENDAY.com – Anggota DPRD Lebak, Acep Dimyati meminta keberdaan waralaba di Kabupaten Lebak  tidak mengabaikan ketentuan dan mematikan pedagang tradisional.

Pernyataan  anggota fraksi PKB ini terlontar setelah mengetahui waralaba  Yayatmart yang berada di  Muncangkopong Kecamatan Cikulur kabupaten Lebak itu diduga tidak menempuh proses  perizinan yang seharusnya.

Selain soal izin, Acep yang juga tokoh masyarkat Cikulur itu menilai keberadaan waralaba itu merugikan  para pedagang tradisional dikawasan tersebut.

Kata dia, para pedang tradisional merasakan dampak langsung dari imbas beroprasinya waralaba Yayatmart tersebut. Karena lanjutnya warga setempat menggantungkan hidupnya sebagai pedagang kecil seperti warungan dan kios- kios kecil itu kini  terancam bangkrut dan tidak bisa bersaing dengan waralaba.

” Saya ikut prihatin jika waralaba tersebut dapat mematikan pedagang warungan sembako dan pedagang lainya yang berada disekitar itu,” ungkapnya.

Acep juga meminta Pemkab Lebak tidak lansung memberikan izin sebelum waralaba ituh menempuh prosedur dari bawah seperti izin lingkungan sebagai sarat untuk kelengkapan administrasi perizinan selanjutnya.

“Bila tidak memiliki izin sebagai mana  maka Yayatmart harus di tutup, jikapun sudah miliki izin pihak terkait harus mengevaluasi sebab keberadaan waralaba tersebut merugikan pedagang setempat,” tukasnya.(Eli Sahroni/ A1).

Permalink ke Disperindagpas Lebak Temukan Waralaba Jual Makanan Kadaluarsa
BERITA POPULER, EKONOMI BISNIS, NEWS

Disperindagpas Lebak Temukan Waralaba Jual Makanan Kadaluarsa

image

Disperindagpas Lebak lakukan sidak sejumlah waralaba di Rangkasbitung, Senin 23 Mei 2016 (bantenday.com)

LEBAK,BANTENDAY.com- Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) Kabupaten Lebak melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) terhadap sejumlah waralaba ada di wilayah kota Rangkasbitung. Hasilnya banyak makanan yang dijual sudah kadaluarsa.

Dalam sidak kali ini Disperindagpas setmpat  berhasil mengamankan sejumlah bahan pokok juga makanan siap saji dalam kemasan yang ditemukan telah expired, kemasan rusak juga tidak layak konsumsi.

“Pertama kita Sidak di Giant ditemukan beberapa bahan pokok seperti tahu, bumbu dapur dan yang lainnya telah expired juga kemasan rusak, sehingga bahan-bahan tersebut kita amankan,”kata Orok Sukmana, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagpas kepada wartawan Senin (23/5/2016).

Diakui Orok, pihaknya bukan hanya mengamankan bahan pokok saja yang ditemukan sudah tidak layak konsumsi namun tetap dijual, Namun beberapa minuman dan makanan instan juga ditemukan tetap dijual meski kondisinya tidak layak konsumsi dan expired, juga disita.

“Di Indomaret Pahlawan Rangkasbitung, Serta Alfa Mart setempat, kita juga berhasil mengamankan sejumlah minuman dan makanan kemasan yang expired juga kemasan rusak,”ungkapnya.

Menurutnya, hasil Sidak ini akan langsung dibawa dan diuji lab, guna memastikan kebenarannya.

“Kalau hasil lab menunjukan benar sudah tidak layak konsumsi namun tetap dijual, para pengusaha atau pedagang yang kedapatan menjual makanan, minuman bahan pokok tersebut berarti telah melanggar UU No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen,”tuturnya.

” Kita tindak lanjuti bekerjasama dengan pihak kepolisian, sehingga tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemanggilan kepada para pedagang,”janjinya.(Ase/A1)

Berita Acak