Bus  di Lebak Dilarang Pakai Klakson “Telolet”

363 views

Ilustrasi/net


LEBAK,BANTENDAY.com-Fenomena “Om telolet om” belakangan menjadi perbincangan dikalangan masyarakat. Hal itu terjadi, tidak lain karena bunyi-bunyian yang keluar dari klakson bus tersebut digandrungi oleh kalangan anak-anak di beberapa kota di Indonesia.


Meski fenomena “om telolet om” saat ini belum merambah ke wilayah Kabupaten Lebak, karena daerah ini tidak dilintasi bus tersebut. Namun, sebagai bentuk pencegahan dampak negatif atas bunyi klakson itu, Dinas Perhubungan (Disbub) setempat melarang agar pemilik bus tidak menggunakan klakson dengan bunyi semacam itu. 


Kepala Dishub setempat, Alkadri mengatakan, dalam Peraturan menteri perhubungan (Permenhub) Nomor 63/1993 tentang ambang batas laik jalan. Kendaraan atau bus hanya diperbolehkan menggunakan klakson minimal 90 desibel (db) dan maksimal 118 db. Tingkat suara klakson itu diukur dengan menggunakan alat yang ada di Dishub. 


“Memang tidak diatur detail. Tetapi, jika suara atau bunyi klaksonnya variasi, sepanjang bukan sirine untuk darurat itu diperbolehkan,” katanya, ‘Sabtu (24/12/2016).


Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kata dia, pihaknya tetap akan membuat himbauan agar pemilik angkutan di Lebak tidak menggunakan klakson om telolet om. Saat melakukan pengujian kendaraan, juga akan memeriksa klakson yang menggunakan suara tersebut. 


“Dishub ada alatnya, jika ada kendaraan menggunakan klakson om telolet om tidak akan kita loloskan atau harus diganti,” ucapnya. (BAM)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...