Bupati Iti: Saya Tak Main-Main, Ada ASN Lebak Korupsi Dipecat

4972 views

Ilustrasi/net

LEBAK, BANTENDAY.com – Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya meminta setiap aparat sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lebak untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi. Iti mengancam akan mengambil langkah tegas hingga sanksi pemecatan jika ada ASN yang melakukan korupsi.
“Kami akan menindak tegas hingga pemecatan bagi ASN yang melakukan korupsi, termasuk pelanggaran lain, seperti pegawai yang indisipliner dengan meninggalkan tugas,” kata Iti Octavia usai menghadiri peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama di Lebak, Selasa (3/1/2017).
Menurut bupati, pihaknya sudah berkomitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta perbuatan tercela lainnya.
Apabila, ditemukan pegawai ASN terlibat perilaku busuk, seperti korupsi maka kata dia, harus menjalani proses hukum. Saat ini, lanjutnya, pemerintah daerah memerlukan pegawai ASN yang berintegritas dan moralitas juga dapat menjadi teladan bagi lingkungan kerja dan masyarakat.
Keseriusan dan komitmen itu sesuai dengan fakta integritas anti-korupsi di lingkungan Pemkab Lebak. Bahkan, bupati selama tahun 2016 telah memberhentikan dengan tidak hormat terhadap 13 ASN yang terlibat korupsi juga pelanggaran lain, di antaranya indisipliner dan pidana umum.
“Kami tidak akan main-main jika pegawai ASN itu melakukan aksi perbuatan busuk dengan berbuat korupsi anggaran daerah dipastikan dipecat,” katanya menegaskan.
Selain itu kata dia, pada rapat maupun event tertentu ia selalu mengingatkan kepada aparat ASN agar bekerja dengan jujur tanpa melakukan korupsi.
“Kami juga melakukan mutasi besar-besaran di lingkungan pemerintahan Kabupaten Lebak mulai eselon II,III sampai IV tidak ada ‘adu tawar’, bahkan mutasi jabatan itu melibatkan perguruan tinggi,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lebak, KH Baidjuri mendukung langkah Bupati Iti Octavia yang bertekad dan berkomitmen memberantas tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan Kabupaten Lebak. Selama ini kata dia sudah jelas bahwa fatwa ulama menyebut perbuatan korupsi masuk kategori dosa besar karena menyengsarakan rakyat banyak.
“Kami berharap dengan komitmen dan keseriusan bupati dapat mewujudkan pemerintahan yang bersih tanpa KKN,” ucap Kiai Baidjuri. (bam)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...