BPJS Ketenagakerjaan Banten Gandeng Kemenag Lebak

1646 views

Didin Haryono Kepala Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Banten Saat Sosialisasi di Islamic Centre Kecamatan Bayah (Foto: Bantenday.com)

LEBAK, BANTENDAY.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lebak bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan adakan Sosialisasi Program dan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Jum’at (27/10/2017).

Kegiatan tersebut di selenggarakan di Aula Islamic Center Kec. Bayah kabupaten Lebak dan di ikuti oleh Guru Madrasah Wilayah Lebak Selatan serta turut hadir Pengawas, Kepala MIN, MTsN, dan MAN 2 Lebak.

Kepala Kantor Kemenag Lebak, Encep Safrudin Muhyi mengungkapkan Kegiatan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan sebagai ajang silaturahmi menurutnya, dengan silaturahmi ini mudah-mudahan semuanya panjang umur.

“BPJS Ketenagakerjaan ini sangat penting dan bermanfaat buat kita semuanya, karena program ini dari Pemerintah dan sudah diatur oleh undang-undangnya di peruntukkan untuk semua pekerja termasuk para pekerja guru honorer,” Kata Encep saat memberikan arahan pada kegiatan Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan.

Ditambahkannya, BPJS Ketenagakerjaan iurannya sangat murah dan pasti terjangkau cuman hanya Rp. 16.200 perbulan.

“Bpjs ketenagakerjaan untuk honorer kita perhuangkan melalui biaya anggaran negara karena ada undang-undangnya.” ungkapnya.

Masih Kata Encep, Agar Madrasah lebih baik lanjut Encep, dan konsep madrasah yang harus dikembangkan dan ditingkatkan oleh guru madrasah.

“Bpjs ketengakerjaan hanya 16.200 perbulan saya minta kita semua mengikuti undang-undang dan aturan pemerintah dan negara,” pintanya.

Peserta Sosialisasi saat menyimak Sosialisasi Bpjs Ketenagakerjaan

 

Sementara, Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Didin Haryono, mengatakan dalam sosialisasinya. Pihaknnya dalam melakukan kegiatan tersebut adalah hasil MoU antara Bpjs Ketenagakerjaan dengan kemenag Propinsi dan seluruh Kemenag Kabupaten Kota se-Banten.

“Bpjs di republik indonesia itu ada dua Bpjs Ketenagakerjaan dan Bpjs Kesehatan, Bpjs Ketengkerjaan dulunya PT. Jamsostek persero sementara Bpjs Kesehatan dulunya PT. Askes persero Bpjs kesehatan diperuntukkan untuk para PNS dan keluarganya, semrntara Bpjs Ketenagakerjaan diperuntukan untuk melindungi seluruh pekerja, baik pekerja formal maupun informal termasuk para guru madrasah non PNS,” terang Didin.

Ia juga menjelaskan setelah mengikuti sosialisasi para peserta bisa membedakan antara Bpjs Ketenagakerjaan dan Bpjs Kesehatan.

“Peserta Bpjs Ketenagakerjaan minimal dua program secara bertahap yaitu mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) mengikuti program Bpjs Ketenagakerjaan bukan pilihan tetapi merupakan mandatori negara sesuai dengan UU 24 2011,” kata Didin.

Dijelaskan Didin, Program Bpjs Ketenagakerjaan menuruy Undang-undang No 24 TAHUN 2011 ada Empat. Pertama, Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan kematian, Jaminan hari tua, dan Jaminan pensiun.

Bagi para guru madrasah non ASN lanjutnya,mengikuti Bpjs ketenagakerjaan bisa bertahap minimal dua program terlebih dahulu.

“Yaitu program JKK dan JKM. Bpjs Ketenagakerjaan bukan hanya memberikan pelayanan tetapi Juga memberikan santunan.
Kalau terjadi kecelakaan waktu mau bergkat kerja, waktu bekerja, dan pulang kerja jika terjdi resiko maka itu semua biaya pengobatan dan perawatan menjadi tanggung jawab Bpjs Ketenagakerjaan termasuk biaya transport, kalau darat maksimum 1 juta. Kalau laut 1,5 juta Udara 2,5 juta itulah namanya santunan,” pungkasnya. (LNH)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...