Bikin Resah, Polisi Diminta Tertibkan Debt Collector Jalanan

1398 views
image

Ilustrasi/net

LEBAK, BANTENDAY.com – Polisi diminta mentertibkan debt collector jalanan atau penagih utang yang kerap disebut mata elang ( matel). Pasalnya, keberadaan matel tersebut dinilai telah meresahkan masyarakat karena gaya penagihan yang lakukanya dengan cara premanisme. Mereka memberhentikan dan mengambil paksa kendaraan yang nunggak pembayaran dijalanan, tanpa melalui prosedur yang benar sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

” Kami minta polisi merazia atau menertibkan matel matel tersebut. Sebab keberadaanya telah meresahkan masyarakat, khususnya mereka yang mempunyai tunggakan kredit kepada leasing ” ujar  Yudi warga Curugbitung,  di Rangkasbitung, Minggu (7/5).

Sebenarnya kata Yudi,  keberadaan matel yang meresahkan ini, karena pola atau gaya penagihan yang di lakukan matel tersebut  dengan gaya premanisme. Diantaranya, seperti memaksa menghentikan kendaraan bermotor ditengah jalan dengan cara bergerombol, penampilan matel yang terkesan sangar dan terkadang rambut gondrong  serta betubuh gede-gede membuat pengendara motor atau mobil mengalami tunggakan kredit kendaraan tersebut merasa ketakutan

” Dalam kasus konsumen yang nunggak tagihannya ini kan ada aturan dan mekanisme dalam menyelesikannya sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak boleh begitu saja disita atau dirampas di tengah jalan,  negara kita ini negara hukum ,bukan negara preman ? . Jadi sekali lagi kita berharap Polisi harus segera menertibkan  keberadaan matel yang kini sudah mulai meresahkan, ” tandasnya.

Untuk konsumen atau pengguna kendaraan yang dipaksa diberhentikan matel ditengah jalan, sebaiknya jika terjadi seperti itu, cepat lapor ke polisi.

” Lagian untuk  penyelesaian kasus ini , sebenarnya kalau memang tidak bisa diselesaikan secara musyawarah ,jalan terakhirnya yaitu diselesaikan secara hukum, sebagaimana di atur dalam UU Pidusia ” Katanya.

Hal yang sama dikatakan ketua bidang Mediasi dan Advokasi Komisi Transfaransi dan Partisipasi (KTP) Kabupaten Lebak Agus Rambo. Menurutnya, sebaiknya pihak leasing juga dalam menyelesaikan kredit macet atau konsumen yang menunggak tak perlu lagi menggaet pihak ketiga yang seperti itu ( matel), karena ada aturan hukum yang berlaku dalam menyelesaikan kredit macet atau konsumen yang menunggak. Semua konsumen sudah jelas identitas dan kedudukan alamatnya. Maka, sambung Agus  kenapa tidak dibuatkan surat peringatan atau panggilan satu, dua dan tiga sesuai prosedur aturan hukum yang berlaku untuk menyelesaikan utang- utangnya.

”  Dan saya sangat setuju, polisi untuk segera menertibkan keberadaan matel .Karena dianggap sudah meresahkan masyarakat. Dan perlu diketahui juga bahwa konsumen yang menunggak itu, bukan tidak punya itikad baik untuk membayar, tapi boleh jadi kondisinya situasional ,” ratanya. (ris/a1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Bikin Collector Debt Diminta Jalanan Polisi Resah Tertibkan

Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...