Bayi Rani Disiapkan Fasilitas Lebak Peduli Segera Laporkan Dokter Gadungan

985 views

Bayi Korban Dokter gadungan kp, Ciginggang Desa, Cipeundeuy, Kecamatan Malingping Lebak Banten. (Foto : Kiki Bantenday.com)

BANTENDAY.com – Lebak. Dinas kesehatan Lebak dalam kewenanganya melalui bidang pelayanan kesehatan telah melakukan serangkaian koordinasi dengan Dinas Sosial untuk membuatkan jaminan kesehatan nasional bagi keluarga bayi rani yang telah mengalami malapraktek dari oknum dokter gadungan berinisial A

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr, Dani mengatakan kepada bantenday.com, telah menerima laporan data dar PKM Cipeundeuy, prihal bayi rani tersebut dan langsung  dilakukan komunikasi terhadap keluarganya, namun belum menemui jalan baik, tetapi pihak kesehatan lebak hingga berita ini di turunkan, masih terus berupaya melakukan komunikasi, karena orang tua bayi menolak untuk di lakukan rujukan ke Rumah Sakit yang memadai dan memiliki fasilitas serta memiliki tenaga medis sepecial bedah seperti di RSMC Jakarta, mungkin karena trauma, ungkapnya.

Dimana diketahui beberapa waktu lalu Ade telah melakukan tindakan operasi “atressiani” pada bayi mungil dari pasangan Muklis dan Rani, warga Desa Cipeundeuy Kecamatan Malingping Lebak Banten, yang merupakan bukan kewenanganya, dimana tindakanya dapat merugikan bahkan dapat menyebabkan hilangnya nyawa bayi tersebut.

Rohman Setiawan selaku koordinator Relawan Lebak Peduli mengatakan dalam menyikapi adanya malapraktek dokter gadungan Ade, akan segera melaporkan secara resmi kepada Kepolisian Resort Lebak, agar segera di lakukan penindakan yang telah menyebabkan keluarga bayi menjadi traumatik dan melakukan pelanggaran secara hukun undang undang kesehatan.

“Kami akan segera melaporkan saudara Ade, yang ternyata di ketahui hanya seorang warga biasa yang kerap berkeliling, menawarkan jasa kesehatan layaknya seorang petugas di wilayah selatan lebak, bukanlah seorang dokter, namun yang dilakukanya, telah melebihi tindakanya dari tenaga medis, toh ahlinya saja terkadang bisa terjadi kesalahan, apa lagi yang bukan ahlinya dan tidak memiliki ijin praktek dokter dari kementrian kesehatan” paparnya.

Pasalnya lanjut Rohman, tindakan tersebut akan berdampak fatal bagi bayi, bisa menjadi cacat permanen, bahkan bisa menyebabkan kematian akibat ter inveksi saat dilakukan operasi dengan peralatan yang tidak seteril bagi bayi. ( K1 )

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...