Bantuan Ponpes Di Lebak Belum Merata?

1642 views
image

poto/google

bantenday.com, –  Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan peraturan daerah (Perda) No 4 tahun 2014 tentang pondok pesantren membuktikan komitmen Pemkab Lebak pada pembangunan keagamaan di Kabupaten Lebak, Banten.

Dikatakan Iti, untuk 2016  ini Pemkab setempat menggelontorkan anggaran sebesar Rp2,5 miliar. Di Lebak terdapat sekira  1222 Pondok pesantren  dengan 37 ribu santri Lebak, Namun yang mendapatkan bantuan dari anggaran sebesar itu hanya untuk 50 pondok pesantren.

“Ini keputusan bersama dan mengerucutlah pada angka Rp2,5 miliar untuk stimulan 50 ponpes yang ada di Kabupaten Lebak. Anggaran tersebut untuk mengembangkan sarana prasarana ponpes yang ada di Lebak,” ungkapnya, pada acara Rakerda Forum Silaturahmi Pondok Pesantren di Grand room Hotel Mutiara Lebak, Rabu 16/3/2016.

Diakui Iti, anggaran sebesar itu jika dibandingkan dengan jumlah ponpes yang ada tidak begitu banyak memiliki pengaruh, namun ini bukti bahwa pemerintah Kabupaten Lebak ikut meningkatkan dan mengembangkan keagamaan di Kabupaten Lebak.

“Diharapkan seluruh pihak bisa bekerjasama, sebab ini kepentingan umat beragama, jadi jangan sampai ada kesalah pahaman untuk masalah ponpes ini,”pintanya.

Iti menilai wajar apabila Pemkab Lebak memberikan bantuan bagi Ponpes sebeb di Lebak mayoritas penduduknya umat islam.

“Sejauh ini pemkab telah berjuang dengan maksimal untuk meningkatkan keagamaan, contohnya melalui magrib mengaji, perda diniyah dan juga pondok pesantren, ayo kita bangun kabupaten Lebak ini menjadi daerah yang berlandaskan agama,”imbuhnya.

Sementara, H.Pupu Mahpudin Ketua FSPP Kabupaten Lebak mengatakan akan terus mengupayakan untuk kemajuan pondok pesantren di Kabupaten Lebak ini.

“Melalui FSPP saya harap pemerintah daerah akan terus membantu kepada setiap pondok pesantren, sebab mereka merupakan generasi penerus bangsa juga merupakan harapan untuk kedepannya, sebab masih banyak PR kita untuk masalah ponpes ini,” katanya.

Pupu yang juga Ketua Baznas Lebak ini, berjanji akan mencoba menganggarkan dari Baznas meski tidak sebesar pemerintah daerah. Namun ini juga bentuk kepedulian terhadap pondok pesantren.

“Namun dalam pelaksanaannya akan ketat, tidak semudah itu memberikan bantuan, harus melalui verifikasi yang mendetail baru bisa diberikan bantuan,”tegasnya.

Hal serupa dikatakan Asep Sunandar Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Lebak mengatakan itu perlu diapresiasi mengingat ponpes di Lebak ini masih banyak yang perlu diberikan bantuan, baik dari pemerintah daerah, Kemenag maupun pihak lainnya.

” Saya kira itu bagus, dan pemkab juga harus lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap ponpes,” kata ketua pelaksana Rakerda FSPP yang Ke II ini.

Sementara seorang pemerhati Ponpes Lebak, Mahrom mengatakan, memang ada perhatian pemerintah baik dari Pemkab Lebak ataupun Pemerintah Provinsi Banten untuk Ponpes. Namun sayangnya kata dia, bantuan belum merata dan justru bantuan masuk pada ponpes yang sudah langganan dapat bantuan. Sementara disisi lain, banyak ponpes di Lebak yang luput dari perhatian pemerintah. Akibatnya kata dia ada kesenjangan antara ponpes.

” Betul memang pemerintah selalu menganggarkan untuk sarana keagamaan, baik itu Madrasah, Ponpes, ataupun Mesjid, namun sayangnya belum merata. Saya liat ponpes yang dapat bantuan adalah ponpes ponpes yang pengurusnya dekat dengan kekuasan. Sementara pengrurus ponpes yang ada di Peloksok Lebak tidak dapat perhatian. Sebetulnya mereka sama butuh bantuan. Maka yang terjadi adalah kesenjangan.” ungkapnya.

Atas dasar itu kata dia, pemerintah harus jeli melihat kondisi yang terjadi didunia Ponpes yang ada di Lebak.

”  Apalagi anggaran pemerintah terbatas, hendaknya ponpes yang dapat bantuan, yang jarang bahkan tidak pernah dapat bantuan, jangan yang sudah langganan dapat bantuan, apalagi ini urusan agama tentu harus adil.” katanya.(HZ/a1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...