Banten Harus Punya Bank Sendiri, Ini Alasannya

785 views
image

Gubernur Banten Rano Karno dan jajarannya, saat melakukan pertemuan dengan Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional I DKI Jakarta dan Banten Bambang Widjanarko/dhe

Bantenday.com, SERANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional I DKI Jakarta dan Banten akan menginisiasi pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Provinsi Banten.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional I DKI Jakarta dan Banten Bambang Widjanarko mengatakan, percepatan akses keuangan di daerah akan menjadi sangat penting dan perlu mendapat prioritas serta menjadi perhatian.

“Dengan lebih terbukanya akses keuangan bagi masyarakat di daerah maka diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata hingga pelosok desa, lebih partisipatif dan inklusif,” kata Bambang saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Banten Rano Karno di Pendopo Gubernur KP3B Serang, Jum’at (21/04).

Menurut  Bambang, program percepatan keuangan daerah, akan menjadi prioritas OJK bersama dengan semua stake holder dan Pemerintah Provinsi untuk mencari terobosan membuka akses keuangan yang lebih efektif dan memanfaatkan sumber dana yang ada untuk mendukung kegiatan yang produktif.

“Untuk itu, kami akan menginisiasi pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Banten dengan melibatkan secara aktif peran Pemprov Banten dan Kabupaten/Kota di Banten,  sehingga tim ini akan dapat membuka dan mempercepat akses keuangan di daerah,” ujarnya.

Inisiasi tersebut muncul mengingat masih rendahnya hasil survey nasional literasi keuangan, pembiayaan UMKM dari lembaga jasa keuangan masih relatif rendah dan rendahnya kesenjangan yang tinggi antara ketersediaan kantor Bank dan ATM perjumlah penduduk di wilayah perkotaan terutama antara Kota Tangerang dan Kota Serang.

“Ketersediaan akses perbankan di wilayah Lebak, Pandeglang dan Serang masih memiliki akses keuangan yang rendah. Maka dari itu diperlukan percepatan akses keuangan ini,” ucapnya.

Maka dari itu pihaknya meminta kepada Pemerintah Daerah dan lembaga keuangan dan pemangku kepentingan terkait untuk berkomitmen dan menyiapkan infrastruktur yang kuat.

“Harus dimonitoring seluruh kegiatan yang dilakukan dan ada evaluasi pelaksanaan tugas yang sudah dilakukan. Respon dari Pemprov sangat baik. Nantinya tim ini dipimpin oleh Pak Sekda dibawah pembinaan Pak Gubernur, lalu dibawahnya ada wakil ketua yaitu OJK dan BI dan anggotanya SKPD terkait. Semoga di triwulan II ini sudah bisa dibentuk timnya dan langsung dilantik,” ujarnya.

Sementara Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, pembentukan TPAKD ini atas rekomendasi dan arahan dari Presiden Joko Widodo agar mampu mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah. Namun begitu pihaknya berharap agar OJK sebagai jembatan pembentukan TPAKD ini untuk membantu Pemprov Banten menyiapkan infrastrukturnya terlebih dahulu agar akses keuangan ini bisa berkembang.

“Saya setuju  dan apresiasi dengan program ini demi perencanaan pembangunan kedepan. Tapi, kalau berbicara tentang akses tentunya kita harus menyiapkan infrastrukturnya, apa infrastrukturnya yaitu Bank Daerah. Kita ingin fokus disini dulu,” kata Gubernur.

Menurutnya, keberadaan tim ini karena kegiatannya memiliki banyak tujuan positif, diantaranya mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian daerah. Selain itu, mencari terobosan dalam rangka membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di daerah dan  mendorong lembaga jasa keuangan meningkatkan peran serta dalam membangun perekonomian di Banten.

“Untuk menjangkau masyarakat di pedesaan tentunya kami harus punya bank. Bagi Provinsi  Banten yang belum bank sendiri apa yang bisa kita lakukan. Mungkin gak  OJK mengeluarkan regulasi  untuk membuka anak daerah mendapatkan perlakuan khusus. Kita ingin fokus disni dulu,” ujarnya.

“Kita sedang desain pembangunan terutama di banten. Saya semakin paham bahwa banten ini harus memiliki bank sendiri, tentunya tanpa mengucilkan lembaga keuangan yang sudah berkembang. Jika tim ini sudah dibentuk, program pertama adalah membuat bank daerah. Banyak potensi yang bisa diambil, ada dana desa, biaya operasional sekolah (BOS) dan lainnya,” tambahnya.(dhe/a3)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...