Bamus Tangsel Lakukan Pendampingan

796 views

Pengurus Bamus Saat Bebincang (Foto: Purwanto Bantenday)

​TANGSEL, BANTENDAY.com Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Tangerang Selatan Julham Firdaus didampingi Staf Ahli dan Jajaran Pengurus Bamus dalam rangka pendampingan masyarakat peserta didik baru di SMPN 17 Tangsel dan SMAN 6 untuk dapat  bersekolah di lingkungan tempat tinggalnya sebagai bentuk kerja nyata Bamus Tangsel dalam Sosial Kontrol.

Perwakilan dari Bamus yang dipimpin langsung Ketua Umum beserta Ketua Bamus DPW Pmulang , Sukri Oking menemui kepala sekolah SMP 17. Hermanyandana diruang kerjanya didampingi Kapolsek Pamulang dan beberapa staf sekolah tersebut, untuk bermusyawarah mufakat agar dapat mengakomidir keinginan siswa siswi bersekolah di SMP 17 Pamulang setelah beberapa saat akhirnya dapat ditemukan keputusan sesuai regulasi yang ditetapkan yaitu dengan menitik beratkan pada zona lingkungan.

“ Pendidikan adalah aset utama Negeri ini, akan tetapi masih banyak anak-anak yang tidak merasakan Pendidikan karena faktor ketidak mampuan orang tua dalam membiayai, kenapa begitu mahalnya biaia Pendidikan di Negeri ini Bukankah sudah kewajiban negara menanggung Pendidikan anak anak Negeri, ujar Opik Buya Zoelfikar selaku staf ahli dan humas Protokoler DPP Bamus kepada Bantenday Selasa, (18/07/17 ).

Pihaknya mengajak untuk bersama- sama mengawal pendidikan  agar kelak anak cucu kita dapat merasakan pendidikan yang lebih baik kedepan dengan menciptakan regulasi dan kurikulum yang mengedepankan budi pekerti.

“ Kita tidak dapat menampik adanya carut marut dalam sistim penerimaan siswa baru tahun ini. Ini tidak hanya terjadi di Kota Tangerang Selatan saja tapi hampir menyeluruh di tiap Provinsi,” imbuh Sukri Oking selaku Ketua Bamus Wilayah Kecamatan Pamulang .

Dalam kesempatan lain  Wakasek Humas SMAN 6 Mohamad Asmian mengungkapkan bahwa dirinya belum bisa memutuskan di hari ini ( red Selasa, 18/07/17).

“ Memang sayapun baru tahun ini menjadi ketua PPDB saya merasakan bigitu berat namun kami mengerjakan itu semua secara ikhlas demi mewujudkan keinginan para siswa siswi dapat tertampung semua disini (SMAN 6 Pamulang red),” ujar M Asmian. 

Carut marutnya PPDB di Tangsel bukan pertama kali ini saja terjadi tapi ditahun tahun lalupun banyak ditemukan pungutan dan siswa siswa titipan yang bukan dari wilayah Tangsel.

Tahun ini merupakan gunung es yang selama ini telah berlangsung ditambah regulasi Kementerian Pendidikan yang begitu mendadak untuk diterapakan ini menjadi dampak tersendiri bagi PPDB Tahun 2017 di Kota Tangsel dengan kependulian yang cepat dan tanggap Ibu Walikota Tangsel pun dengan sigap turun langsung kebeberapa sekolah . Kebijakan Pusat terkadang tidak selalu seirama dalam mensosialisasikan programnya ke daerah daerah .(POER/LNH)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Author: 
author

Comments are closed.