Angka Pengangguran di Banten Capai 462.000 Orang

1249 views

Job Fair dibuka langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, di Lapangan Mesjid Al-Bantani, KP3B, Kota Sereang, Selasa (22/08/2017) 

SERANG, BANTENDAY.com-Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) kembali menggelar bursa kerja (Job Fair). Pada tahun ini sebanyak kurang lebih 12 ribuan lowongan kerja yang  ditawarkan oleh 55 perusahaan di wilayah Banten. Job Fair dibuka langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, di Lapangan Mesjid Al-Bantani, KP3B, Kota Sereang, Selasa (22/08/2017) pagi.



Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten Alhamidi mengatakan, sebanyak 12.000 lowongan pekerjaan tersebut diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK, D1-D3, S1 dan S2, tetapi sebagian besar untuk lulusan sekolah menengah atas atau sederajat terutama SMK. 



“Tujuan job fair ini untuk mempertemukan secara langsung antara pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja. Sehingga tenaga kerja yang dibutuhkan diharapkan bisa sesuai harapan dan kualifikasinya,” kata Alhamidi

Bursa kerja tersebut diselenggarakan pada 22-24Agustus 2017. Sejumlah perusahan yang ikut dalam bursa kerja di antaranya PT Mayora Indah,PT. Sumber Alfaria Trijaya, Imperial Club Golf, PT.Trans Retail Indonesia (Carrefour) dan sejumlah perusahaan lainnya, serta diikuti juga beberapa instansi yang membidangi ketenagakerjaan dan delapan dinas yang membidangi tenaga kerja se-Provinsi Banten.


Menurut Alhamidi, bursa kerja tersebut diharapkan menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah Provinsi Banten untuk mengurangi angka pengangguran yang masih terbilang cukup tinggi, yakni mencapai sekitar 462 ribu orang.



Banyaknya perusahaan di Banten tidak secara langsung mengurangi angka pengangguran. Itu dilihat dari catatan statistik jumlah pengangguran, dan Banten berada di peringkat keempat di Indonesia dengan jumlah pengangguran terbanyak,” ujarnya.


Menurut Alhamidi, banyak faktor yang mengakibatkan jumlah pengangguran banyak di Provinsi Banten, di antaranya, sumber daya manusia yang masih rendah, pendidikan formal yang dinilai belum mampu menjawab kebutuhan pangsa pasar, sehingga setiap akhir tahun pelajaran pengangguran pun bertambah. “Rata-rata pendidikan masyarakat Banten dari sekolah menengah pertama ke bawah. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab rendahnya kualitas SDM di Banten,” ujarnya.



Gubernur Banten Wahidin Halim menilai, potensi-potensi yang dimiliki oleh banten harus dimanfaatkan dan dijadikan sebagai modal untuk upaya perluasan lapangan pekerjaan dan penyaluran tenaga kerja.



“Disnaker jangan dibiarkan sendiri mengatasi persoala-persoalan pengangguran. Harusnya dinas pertanian, dan dinas-dinas lainnya juga bergerak bersama-sama mengatasi pengangguran,”  kata Gubernur.



Gubernur menegaskan, kondisi ketenagakerjaan dibanten yang masih lemah harus diperbaiki dari berbagai sektor dengan melibatkan semua stakeholder terkait serta semua pemerintah kabupaten dan kota di banten.



“Good Government adalah adanya sinergitas antara pemerintah sebagai regulator dengan perusahaan sebagai pembuka lapangan pekerjaan serta masyarakat yang memberikan control sosial,” kata Gubernur seraya mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama membangun banten dengan ikhlas dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas.( red)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...