Aktivis Pertanyakan Kinerja Dishub Lebak dan Satpol-PP

636 views

Truk Angkut Pasir Basah dilakukan Malam hari (Foto: Bantenday)

​LEBAK, BANTENDAY.com-Tokoh Pemuda Kecamatan Sajira menyesalkan Truk yang mengangkut pasir basah yang berada di wilayah Rangkasbitung. 


Pasalnya, truk-truk yang mengangkut pasir basah dilakukan pada malam hari dan mengakibatkan  infrastruktur jalan rusak dan licin. Rabu,(12/7/2017).


Dikatakan Ucu Juhroni tokoh Pemuda Kecamat sajira pihaknya menyesalkan dengan adanya oknum perusahaan yang hanya mencari keuntungan untuk perusahaannya tidak memikirkan dampaknya, sehingga yang dirugikan masyarakat banyak.

Ia juga menyesalkan dengan pihak yang berwenang dalam hal ini Dinas Perhubungan dan Satpol-PP yang seharusnya di berikan ketegasan kepada oknum perusahaan yang membandel. 

“ Lantas apa fungsinya Dishub dan Satpol-PP ketika ada persoalan seperti ini, jangan hanya di tilang coba berikan sanksi yang tegas biar memberikan efek jera terhadap oknum perusahaan yang selalu merugikan masyarakat banyak,” papar Ucu dengan nada kesal. 

Hal yang sama dikatakan Imam Nurhakim Ketua Koordinator Kumala Truk pengangut pasir basah masih banyak dan tidak ada sanksi yang tegas dari pihak yang berwajib. Terutama Dishub Lebak, dan Satpol-pp atau pun pemerintah daerah. 

“Tidak bosan-bosanya Kumala mengingatkan persoalan yang lama dan mungkin bosan mendengarnya. Namun ini adalah maslah  krusial yang harus di selesaikan dan harus di tindak tegas,”kata imam. 

Menurutnya, truk-truk penggkut Pasir Basah melebihibkapasitas (Over tonase) yang berada di wilayah Kabupaten Lebak yang punya titik daerah Pertambangan Galian C misalnya wilayah citeras, Cimarga Sajira dan daerah lain.

“ Ini tidak ada ketegasan dari Kadishub atu polpp, wilayah Sajira Kopi yang kerap dilintasi truk pasir basah dan over tonase, akirnya jalan tersebut Licin cepat rusak dan banyak kecelakaan terjadi, padahal itu sudah di pangpang plang di sepanjang jalan baik di jalan raya cipanas citeras untuk tidak mengkut pasir basah,”ujarnya. 

Ia menilai plang yang dipangpang hanya slogan belaka dan dirinya menganggap mandul mobil atau perusahaan yang masih melaggar untuk segera di berikan sanksi yang tegas. 

“ Bila perlu jangan beroprasi. Padahal petugas dari dishub juga dipiketkan di tiap pos penjaga  yang berada dan menuggu 24 Jam namun di biarkan dan tidak di berikan sanksi tegas,” kata Imam. (LNH) 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Comments are closed.