Aduh, Pembangunan Pemancingan Milik Sekda Gunakan Alat Berat Pemkab Lebak?

763 views
image

Nampak beko 1 unit, dan dump truck 4 unit yang digunakan pada hari Sabtu (26/03) dilokasi pengerukan dan perluasan kolam ikan milik Sekda Lebak, Dede Jaelani.

bantenday.com, Lebak – Terkait sewa alat berat milik Pemerintah Daerah (Pemda) di Kantor Pengelolaan Alat Berat dan Perbengkelan (KPABP) Kabupaten Lebak, yang digunakan untuk pengerukan dan perluasan kolam ikan untuk pemancingan, di Desa Cilembun, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, milik Sekertaris Daerah (Sekda) Lebak Dede Jelani, diduga status sistem penggunaannya tidak jelas, karena keterangan yang diberikan pihak KPABP berbeda dengan keterangan yang diberikan oleh pihak penyewa.  

Sekertaris Daerah (Sekda) Lebak, Dede Dzaelani, mengaku alat berat milik Pemerintah Kabupaten Lebak, di Kantor Pengelolaan Alat Berat dan Perbengkelan (KPABP) Kabupaten Lebak, yang digunakan untuk pengerukan kolam ikan miliknya adalah sewa.

 “Yang mengelola kolam saya itu Pa Dedi pasar, dan setiap orang yang menggunakan alat berat Pemda itu harus bayar (sewa). Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi Pa Dedi,” Ujar Sekda kepada wartawan , Senin (28/03/2016).

Sekda juga mengaku, bahwa sewa alat berat tersebut anggaran yang didapat akan masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Namun ketika ditanyakan terkait Perda tersebut, Sekda mengaku lupa.

 “Saya lupa” jawabnya singkat.

Dedi Rahmat, Kabid Pasar Disperindag Kabupaten Lebak, selaku pengelola kolam membenarkan, bahwa untuk sewa sejumlah alat berat di KPAB atas nama dirinya.

“Iya benar, waktu hari Sabtu (26/03) saya gunakan beko 1 unit dan dump truck 3 unit. Untuk hari minggu kita hanya gunakan 1 unit dump truck saja, kalau alat berat kita gunakan hanya satu hari ini dan hari minggu kemarin, satu saja sudah cukup,” ucapnya.

Sementara Endin, Kepala KPABP Kabupaten Lebak mengatakan, bahwa alat berat yang digunakan tersebut sistemnya sewa atas nama Pa Dedi Rahmat bukan atas nama Sekda.

“Sistemnya itu sewa atas nama Pa Dedi Rahmat, Beko (Eskavator-red) 1 unit dan dump truck 1 unit,” terangnya.

Untuk kwitansi sebagai bukti tertulis Endin mengaku ada, namun sore hari biasanya penyewa mengambil kwitansi tersebut.

“Kwitansi ada, sore ini biasanya beliau mengambil,” akunya, seraya tidak memberikan bukti apapun atas penyewaan tersebut.(ase/a1)

 

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...