ADD di Sejumlah Desa di Lebak, Dituding Dikorupsi

466 views

Aksi unjuk rasa mendesak proses hukum dalam dugaan korupsi ADD di sejumlah desa yang ada di Lebak. 



LEBAK, BANTENDAY. com– Diduga kuat adanya praktek korupsi yang terjadi pada kegiatan program yang dipakai anggaran dana desa di Lebak Tahun 2017,  puluhan massa yang bergabung dalam Lembaga Swada Masyarakat ( LSM) Banteng Aspirasi Rakyat (Bentar), menggelar aksi unjuk rasa Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DMPD), Kantor Bupati Lebak dan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak, Kamis (21/12/2017).

Korlap Aksi Arif Hidayat mengatakan, adanya praktik korupsi dalam Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2017. Menurutnya, dari hasil pantauan dan hasil evaluasi LSM Bentar, penyelwengan yang terlihat di antanya yaitu, tenaga ahli yang tidak sesuai dengan keahliannya, selain itu tugas pokok dan pungsi (Tufoksi) tidak efektif dari Tim Tenaga Ahli, Pedamping Desa, Pedamping Lokal Desa dan kader teknik. Bahkan, sistem pengawasan dan pembinaan dari Dinas dan intansi dinilai sangatlah lemah.

Arief juga mengatakan, biaya untuk pembuatan desin gambar dan rencana belanja anggadan belanja ( RAB) sebesar Rp10 juta perdesa dan pembuatan LPj Rp5 juta perdesa pelkasanaanya tidak sesuai dengan petunjuk Teknis Operasional (PTO)

“Pelanggaran yang dilakukan oleh 108 Desa pada saat pencairan tahap pertama (40%), karena pada saat itu belum memenuhi syarat akan tetapi pencairan sudah dilakukan,” teriak Arief dalam orasinya di depan kantor Bupati Lebak.

Arief juga membeberkan, hampir semua desa di Lebak, pekerjaan fisik Dana Desa dikerjakan oleh pihak ketiga (Disubkon). Selain itu juga pekerjaan fisik Dana Desa di anggap pengerjaannya asal-asalan dan tidak sesuai dengan RAB.
Seperti lapen yang terjadi di sejumlah desa yaitu di Desa Jagabaya, Selaraja, Pasir Tangkil, Baros, Banjar Sari, Sukaraja, Cempaka dan Kecamatan Warung Gunung

Di Kecamatan Cimarga yakni, Desa Margaluyu (Pengerasan jalan dan paving blok), Marga Tirta (lapen) dan Karya Jaya (Pengerasan jalan), di Kecamatan Cibadak yakni Desa Cibadak (lapen), Pasar Keong (lapen), Asem (lapen) dan Panancangan (Pengerasan jalan dan Paving blok), di Kecamatan Cikulur yakni Desa Muncang Kopong (lapen), Pasir Gintung (lapen) dan Curug Panjang (Paving blok), di Kecamatan Maja yakni Desa Maja Lama (lalen) dan Maja Baru (lapen) serta di Kecamatan Curug Bitung yakni Desa Cilayang (lapen) dan Cipining (lapen) .

“Fakta di lapangan, para oknum Kepala Desa dan LPM (TPK) diduga melakukan korupsi berjamaah Dana Desa, karena indikasi dugaan korupsi ini nampak dari hasil pekerjaan fisik yang dikerjakan tidak berkualitas alias amburadul, baru seumur jagung, bangunan sudah rusak kembali,” ungkap Arief.

Sementara, Ketua LSM Bentar Ahmad Yani meminta, Kepala Dinas PMD  Lebak, harus segera memperbaiki dan memperketat pengawasan, pembinaann serta memberikan sangsi kepada oknum kepala desa yang nakal dan mengkaji ulang keberadaan koordinator kabupaten Tenaga ahli, Pendamping desa, Kader Tehnik dan Pendamping Lokal Desa

“Kami mendesak kepada Bupati Lebak agar segera mengevaluasi kinerja dan atau mencopot Kepala Dinas PMD atas ketidak becusannya dalam membina dan mengawasl pemerintahan desa. Kami juga mendesak kepada Bupati Lebak agar segera merekomendasikan pencopotan Koordinator Kabupaten Tenaga Ahli Kabupaten yang tidak sesuai dengan keahliannya,” ujar Ahmad Yani.

Yani juga mendesak kepada aparat Kejaksaan Negeri Lebak agar segera melakukan penyelidikan maupun penyidikan terhadap kasus dugaan pungli atau korupsi biaya pembuatan RAB dan LPj serta kasus dugaan korupsi berjamaah Dana Desa yang dilakukan oknum Kades dan LPM,” tegasnya. (AR

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Comments are closed.