Ada Pengurangan RTS, Dinsos Banten Lakukan Tes Kompetensi Pendamping Jamsosratu

319 views

SERANG-Dinas Sosial Provinsi Banten melakukan evaluasi kinerja Pendamping Jamsosratu melalui tes kompetensi kepada seluruh Pendamping Jamsosratu Se-Provinsi Banten di Aula Gedung B Dinas Sosial Provinsi Banten, Sabtu (10/02/18).

Evaluasi kinerja melalui Tes kompetensi tersebut menyusul adanya pengurangan jumlah penerima bantuan atau Rumah Tangga Sasaran (RTS) Jamsosratu pada tahun 2018.

Menurut Pelaksana Teknis Kasi Rehabilitasi Sosial, Anak dan Lansia Dinas Sosial Provinsi Banten, Budi Darma yang hadir pada evaluasi kinerja Pendamping dan Operator Jamsosratu tersebut, bahwa pada tahun 2018 ada pengurangan RTS dari yang sebelumnya tahun 2017 berjumlah 48.000 RTS, menjadi 30.000 RTS pada tahun anggaran 2018. Sehingga berdampak terhadap adanya pengurangan anggaran untuk honor pendamping, dan secara otomatis terjadi pengurangan jumlah Pendamping di seluruh Kabupaten/Kota.

“Evaluasi kinerja hari ini sebetulnya sudah kita rencanakan sejak jauh hari, namun demikian kita baru sempat melaksanakannya hari ini. Intinya begini, RTS kita di tahun ini berkurang dari 48.000 menjadi 30.000. Logikanya adalah dampingan akan berkurang, dengan demikian BAPPEDA memiliki alasan untuk pengurangan anggaran pendamping. Dari 330 orang jumlah Pendamping Se-Provinsi Banten, yang tersedia anggaran hanya 250 pendamping, artinya kan harus di rasionalisasi.” paparnya.

Menurut Budi, agar pengurangan Pendamping Jamsosratu itu lebih fair, maka pihak Dinas Sosial Provinsi Banten melakukan evaluasi kinerja Pendamping Jamsosratu dengan melakukan tes kompetensi kepada seluruh pendamping.

“Mekanisme yang paling fair menurut saya adalah evaluasi kinerja dengan melaksanakan uji kompetensi dari teman-teman (Pendamping Jamsosratu) sekalian pada program Jamsosratu,” imbuhnya.

Dikatakan Budi bahwa setelah melakukan tes kompetensi, pihak Dinas Sosial Provinsi Banten akan memilih Pendamping berdasarkan ranking tertinggi dari hasil tes kompetensi tersebut. Nilai yang paling rendah dibawah ranking yang dibutuhkan sesuai kuota pendamping jamsosratu di masing-masing Kabupaten/ Kota maka dipastikan tidak bisa menjadi Pendamping Jamsosratu di tahun 2018.

“Pendamping memiliki hak yang sama untuk tetap menjadi pendamping program Jamsosratu,” pungkasnya.

Pada acara tersebut dihadiri ratusan Pendamping Jamsosratu, dan hadir pula dari Reskrim Polda Banten yang sengaja diundang untuk mengawasi dan memastikan bahwa tes kompetensi itu berjalan fair.(

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Comments are closed.