Ada Main Bongkar Diperluasan Pembangunan RSUD Tangsel

884 views

Surat Permohonan Pengosongan Lahan Sumber Redaksi

Tangerang, BANTENDAY.com

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) Provinsi Banten melalui pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) nya tingkat kecamatan dan kelurahan mengundang warga RT 02 RW 02 Kelurahan Pamulang Barat yang selama ini dianggap menempati lahan milik negara sebagai rumah tinggal dengan agenda membahas rencana pembangunan tahap 3 gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangsel, Jumat (7/7/2017).

Lurah Pamulang Barat Supriyadi SE., M.Si., dalam kesempatan acara tersebut duduk berdampingan dengan Camat Pamulang H. Deden Juardi S.Sos., M.Si., dan Waka Polsek Pamulang AKP. Abdurahim menyampaikan bahwa dirinya sengaja mengundang sekira dua puluhan Kepala keluarga dan ber KTP Tangsel itu, guna membicarakan persiapan rencana pembangunan tahap 3 gedung RSUD Tangsel. Disebutnya bahwa Lahan yang luas dan selama ini ditempati oleh warganya tersebut, dinyatakannya sesuai prosedur surat pemberitahuan ke masyarakat tersebut dilakukannya sudah lebih dari sekali.

Disambung, penyampaian oleh Camat Deden, seusai pembicaraan sebelumnya dengan Lurah Supriyadi bahwa informasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, dijelaskan akhir Juli mendatang harus sudah dilaksanakan penataan rencana pembangunan tersebut. “Untuk itu kami dalam hal ini ingin berdialog dengan bapak ibu semua yang hadir disini,” kata Deden.

Surat Kepemilikan Tanah atas nama Anhar Efrial

Penyampaian teknis selanjutnya dari Lurah Supriyadi mengenai batas pembangunan menurut Badan Aset Daerah Kota Tangsel adalah sampai MTSN (Madarasah Tsanawiyah Negeri) Tangerang. “Kami sudah pernah sampaikan kepada Pak RT, apabila warga merasa memiliki lahan tersebut dan mempunyai alas hak tersebut tolong ditunjukkan kepada kami dan nanti akan kami pelajari, namun hingga kini kami belum mendapatkan hal itu,” ucap Supriyadi. Lanjutnya, dengan dasar itu kami mohon kepada bapak ibu untuk segera melakukan persiapan pindah dari lahan tersebut.

 

Hari ini, masih menurut Supriyadi, ingin mendengar masukan dari warga yang nantinya akan ditindaklanjut dan disampaikan kepada pimpinan. “Kami hanya ‘prajurit’ dalam hal pelaksanaan ini,” katanya.

Selanjut dalam sesi dialog yang pertama dari penyampaian warga, Hj. Tri Tjipraning Lestari, dirinya semenjak tahun 1990 sudah di Pamulang di Yayasan Djoyo Redjo yang mengelola SMP Pamulang dan rumah guru. Ia menyayangkan, bahwa proses acara ini di hari-hari sebelumnya belum ada dialog namun datang surat secara tiba-tiba yang isinya disuruh mengosongkan rumah, akibatnya saat puasa lalu kami menjadi resah.

 

“Kami menerima, memang bukan milik, tapi mempunyai hak guna pakai, kami kaget dengan datangnya surat tersebut secara tiba-tiba, tapi kami dukung program pemerintah,” Tri.

surat pemberitahuan yang terkesan mendadak tanpa peringatan juga menjadi kebingungan tersendiri oleh beberapa warga yang mendiami lahan tersebut ,menuturkan ayam saja jika ingin dipindahkan diperlakukan baik bukan dengan cara cara mendadak begini walau kita paham bahwa ini lahan yang hanya hak pakai ,tutur warga.

Ia menceritakan, bahwa sewaktu Lurah Bonan kala menjabat waktu itu atas perhatiannya membangun sekolah dan ruang guru, dengan kesejateraan guru yang minim dan rejekinya, pelan-pelan guru mulai membangun rumah disana.

Seandainya bapak-bapak seperti kami tentu akan kaget, dengan ujug-ujug datang surat disuruh mengosongkan rumah, kami mau kemana, kami kaget dan resah, ada yang menangis dan bahkan jatuh sakit, diantara kami ini ada yang semenjak tahun 1977 tinggal disana, kami mohon bapak-bapak sebagai pengayom, dengan hati nurani bisa memberikan jalan tengah, win-win solution, karena bagaimanapun kami sudah memberikan kontribusi yang besar buat Pamulang, buktinya banyak yang sukses menjadi pejabat,” tuturnya menyayangkan. Senada dengan Tri Tjiptaning (55) warga yang lain Hendra (43) bahwa menunggu surat undangan seperti acara hari ini, sembari mahfum walau Ketua RTnya sendiri buta huruf dan menyatakan seringkali mis komunikasi akibatnya nyasar surat dari wilayah lain. “Kami dukung pembangunan seperti apa saja, tapi kami mohon dengan sangat serta siap, minta toleransi, kami sadar, kami pakai, tolong yang manusiawi,” ujar Hendra (Purwanto/tgr)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
11

Manusia RSUD Tangerang

Author: 
author

Comments are closed.