50 Tenaga Kerja Indonesia Diduga Terlibat Jaringan Isis

375 views

Ilustrasi

 

HONGKONG, BANTENDAY.com – Sekitar 50 tenaga kerja Indonesia terlibat diduga ikut aktivitas pro ISIS. Hasil penelitian Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) yang diterbitkan Rabu (26/7/2017). Dalam laporannya, IPAC menyebutkan sekitar 50 Tenaga Kerja Wanita Indonesia (TKW) diduga terlibat aktivitas pro-ISIS di Hong Kong.

Kajian IPAC itu menyebut pekerja migran perempuan Indonesia teradikalisasi melalui kelompok dakwah tertentu. Komunikasi dengan sejumlah lelaki pendukung ISIS melalui media sosial juga mendorong radikalisasi tersebut.

Dilansir oleh BBC analis IPAC, Nava Nuraniyah, mengatakan beberapa tenaga kerja perempuan Indonesia masuk ke jaringan radikal melalui pacar yang mereka temukan di internet.

Menanggapi pernyataan diatas Ketua Aliansi Buruh Migran Internasional di Hong Kong, Eni Lestari, menepis laporan bahwa tenaga kerja wanita Indonesia (TKW) rentan terjerat kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS). 

“Kita orang Muslim dan kita menyelenggarakan banyak kegiatan keagamaan,  kita tidak melakukan radikalisasi,” kata Eni.

Eni juga menilai bahwa pernyataan ini tidak adil, kalau memang ada tangkap saja dan hukum.

“Saya pikir tidak adil bagi komunitas pekerja Indonesia diberi label itu. Kalau ada, maka tangkap dan hukum saja mereka yang sengaja memanfaatkan kerentanan pekerja migran perempuan untuk dieksploitasi,” kata Eni.

“Sudah banyak skema penipuan baik untuk uang, seks, kurir narkoba atau maksud-maksud lain. Jangan sampai laporan ini justru memberi stigma kepada pekerja migran Indonesia yang mayoritas Islam dan semakin menjerumuskan kami pada diskriminasi.” tambahnya.

Saat ini ada sekitar 150.000 ribu pekerja migran asal Indonesia di Hong Kong. (Yani) 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...