25.000 Ton Garam Impor Asal Australia Masuk RI

430 views

Ilustrasi Garam via diposkan

Jakarta,BANTENDAY.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan izin impor garam kepada BUMN, PT Garam (Persero), untuk importasi 75.000 ton garam. Impor dilakukan untuk mengatasi kelangkaan yang membuat harga bumbu dapur tersebut melambung tinggi.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan, mengatakan hari ini sudah tercatat 25.000 ton dari kuota 75.000 ton garam yang masuk. Garam asal Australia ini masuk pada pagi tadi, Kamis (10/9/2017), lewat Pelabuhan Ciwandan di Banten.

“Hari ini (garam impor) masuk sesuai jadwal. Tadi pagi 25.000 ton di (Pelabuhan) Ciwandan,” kata Oke di kantor Kemendag, Jakarta.

Impor yang masuk tersebut dipakai untuk mencukupi kekurangan garam konsumsi yang diproduksi di Juli dan Agustus, lantaran banyak sentra penghasil garam yang gagal panen akibat musim kemarau basah.

Menurut Oke, pada Juli lalu, hanya ada sisa produksi sekitar 6 ribu ton. Artinya, jika ditambah dengan garam impor sebanyak 75 ribu ton, masih ada ruang cukup besar yang dapat diisi oleh sentra garam lokal.

“Sudah diatur dari awal. Makanya kita izinkan 75.000 ton. Untuk Agustus karena belum berproduksi, sisa produksi dari Juli cuma 6.000 kalau enggak salah. Sehingga kebutuhan 100.000 ton dengan 75.000 itu enggak tercapai seharusnya. Tapi kan sudah mulai produksi akhir Agustus. Ya jadi tidak ganggu produksi dalam negeri dan kebutuhan tetap terpenuhi,” jelasnya.

Dia menuturkan, butuh setidaknya 2 hari garam tersebut sampai ke pasar setelah masuk ke pelabuhan. Untuk distribusinya ke industri kecil dan menengah (IKM) yang membutuhkan, pemetaan tersebut dilakukan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

“Itu hanya untuk mengisi kekosongan akibat produksi yg berhenti. Dua hari paling, didistribusikan oleh PT Garam ke IKM. Itu yang akan dapat harus ditanya ke Kemenperin. Karena daftar IKM-nya sudah ditetapkan,” kata Oke. (Detik/nc)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Berita berita terkini banten Garam Internasional

Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...