200 Orang Program Kesra Banten Ditunda

5135 views

image

Kabiro Kesra Setda Banten, Irvan Santoso

Bantenday.com, Serang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) telah mengalokasikan dana APBD tahun 2016 sebesar Rp 6 miliar, untuk memberangkatkan masyarakat Banten yang menorehkan prestasi untuk umroh ke tanah suci mengalami kegagalan.

Keberangkatan yang seharusnya dijadwalkan pada bulan April 2016, karena terkendala pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) barang dan Jasa Banten, yang mengalami dua kali gagal pada proses lelangnya, sehingga dilakukan kembali lelang ulang.

“Awalnya pada bulan April, namun ada kendala dua kali gagal lelang, yaitu lelang travel (gagal-red). Jadi saat ini, sedang dilakukan kembali proses lelang di ULP,” kata Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten, Irvan Santoso di Kota Serang, Senin, (11/04/2016).

Menurut Irvan Santoso, dengan gagal dua kali lelang di ULP kemungkinan penyedia jasa atau travel tidak sesuai atau tidak bisa memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Karena, Biro Kesra menentukan spek travel yang pemberangkatannya langsung dari Jakarta ke Madinah.

“Selain itu setelah sampai di Madinah, pihak travel harus menyiapkan penginapan di hotel bintang 4. Sedangkan kalau di Mekkah harus menyiapkan penginapan di hotel bintang 5,” terangnya.

Sedangkan anggaran APBD tahun 2016 sebesar Rp 6 miliar untuk pemberangkatan umroh bagi 200 orang. Rinciannya, sebut Irvan Santoso, untuk perorang dijatah sebesar Rp30 juta.

“Jatah perorang sebesar Rp 30 juta tersebut, di potong PPN dan PPH. sehingga, perorangnya hanya menerima Rp 27 juta perorang setelah dipotong pajak, yang mendaftar sudah ada sekitar 232 orang, sedangkan kuotanya hanya 200 orang,” ucapnya.

Saat ditanya apakah ada kaitannya dengan kepentingan politik mengingat, pada 2017 mendatang akan digelar Pemilihan Gubernur Banten. Dimana, petahana Rano Karno dipastikan akan maju kembali pada pesta demokrasi lima tahunan itu, Irvan Santoso dengan santai membantahnya.

“Insya Allah ini program bagus, ibadah. Tidak ada kepentingan politik. Terlebih, Pak Rano Karno sebagai Gubernur Banten pimpinan saya tidak ada komunikasi soal umroh itu. Sampai saat ini saya tidak ada tekanan, itu semua berdasarkan pengajuan,” ungkapnya.(dhe/a1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...