​Soal Dugaan Pungli, Kades & Camat di Lebak Saling Tuding

620 views

Aktivitas bongkar muat material PT Cemindo Gemilang di dermaga Bayah, Lebak

LEBAK,BANTENDAY.com-  Camat Bayah Suyanto menuding telah terjadi praktek pungutan liar ( pungli) yang dilakukan Kepala Desa Pamumbulan, Juheni alias Ago. Selain itu Kade Ago juga disinyalir telah melakukan monopoli usaha truking serta tidak memberikan konvensasi kepada warga yang terkena dampak lalu lalang angkutan material dari Qwari 2 ke Qwari 1 milik PT Cemindo Gemilang.

Kades Juheni alias Ago yang juga mantan Direktur utama CV Mandiri Putri ( perusahaan truking) didampingi Kuasa Direktur CV Mandiri Putri, Imron kepada bantenday.com, mengatakan tudingan Camat Bayah bahwa pihaknya telah melakukan pungli dan monopoli usaha tidak berdasar.

“Perlu diketahui secara umum masyarakat luas bahwa saya selaku Kepala Desa Pamumbulan eks Dirut CV Mandiri Putri tidak pernah melakukan monpoli usaha apalagi pungli seperti seperti yang di isukan Camat Bayah,” ungkap Ago baru-baru ini.

Dijelaskan Ago, pihaknya hanya memfasilitasi tempat musyawarah di Kantor Desa antara pihak perusahaan dengan masyarakat yang terkena dampak kegiatan truking,;yang di wakili hampir semua RT/RW, Perangkat Desa, Karang Taruna, BPD dan LPM Desa Pamumbulan.

“Ini bisa dibuktikan dengan berita acara musyawarah, artinya ada peremajaan surat kesepakatan yang dulu di tanda tangani oleh Direktur Utama, sekarang di sepakati oleh Kuasa Direktur,” katanya.

Ago menilai, Camat Bayah Suyanto telah membuat iklim yang tidak kondusif di sektor kesejahteraan masyarakat lokal sebagai pimpinan wilayah. Dimana kesepakatan perusahaan truking dengan masyarakat tanpa ada unsur paksaan serta konvensasi tersebut sudah berjalan sejak Ago memegang kendali pada CV MP sebelum menjadi Kepala Desa Pamumbulan.

Ago menjelaskan kesepakatan yang dibuat tersebut nilainya hanya sebesar Rp2000 pertone, yang diambil dari keuntungan perusahanya. Dimana  Rp1000  pertone, merupakan titipan dari orang dalam PT Cemindo untuk pengadaan lahan TPU dan Rp1000  lagi untuk kesejahteraan masyarakat yang terkena dampak aktivitas truking.

Aneh memang sebagai camat, kata Ago hendaknya merangkul semua elemen agar perekonomian lokal semakin meningkat‎, bukan membuat kisruh di masyarakat dengan fitnahan dan Surat Sakti rekomendasi yang dibuatnya pada perusahaan dari luar Lebak. Padahal pihak perusahaan sering melakukan koordinasi dengan Muspika walaupun tidak secara tertulis, tapi pihak kecamatan Bayah tidak bisa memungkiri telah menerima dan merasakan keuntungan dari hasil usaha tersebut.

“Camat juga sering menerima langsung konvensasi dari kami, Jadi tidak ada itu yang namanya pungli, toh itupun keuntungan dari perusahaan saya sendiri yang di sisihkan sebagai konvensasi atau CSR. Walaupun saya sekarang sudah menjabat sebagai Kepala Desa, namun kesepakatan tersebut bukan menggunakan Peraturan Desa, apa lagi menyalah gunakan wewenang sebagai Kepala Desa. Semua dilakukan demi kesejahteraan warga yang erkena dampak,” katanya. ( Kiki Fn) 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Comments are closed.