​Loftvilles City Tangsel Utamakan Perizinan

539 views

Istimewa
TANGSEL, BANTENDAY.com- Ingin menjadi contoh yang baik buat yang lainnya dalam hal pembangunan di Kota Tangerang Selatan, Loftvilles City ikuti proses hukum ada.

Hal tersebut diungkap Direktur Pelaksana, Eka Novan, saat penjelasannya kepada beberapa awak media di kantor pemasarannya bilangan Ruko Golden Boulolevard Blok H 2 no 29 Bsd Serpong, Selasa (8/8/2017).

Dirinya mengatakan bahwa saat ini  bersama jajaran direksi yang lainnya memang sudah menugaskan tim legal untuk mengklarifikasi atau memberikan penjelasan untuk sebuah catatan kepada mereka apa yang dipertanyakan  sampai proses BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) . “Ya sudahlah, artinya kita ikuti mereka, jalur yang sudah pada tempatnya, kita juga ngga mau apa kata kita sendiri begini, apa kata mereka sendiri, sudah  terukur semuanya secara hukum untuk keadilan dan yang lain, silahkan berproses saja,” tuturnya.
Proses itu dimaksudkan Eka dalam upaya agar tidak terjadi hal fitnah.
“Supaya jangan ada fitnah juga,” ucapnya. 
Jajaran direksi, menurut dia, sebenarnya tidak ada niat sedikitpun, yang mau atau dengan sengaja apapun bentuknya, terkait  ingin merugikan dengan konsumen Loftvilles City. “Semua, sekarang yang berproses ini taat dengan aturan, hati-hati sekali, konsultasi juga dengan menjalankan dan menjaga konsumen termasuk dari awal tentang perlindungan konsumen juga selalu diingatkan, diberi masukan dari teman LSM dan yang lain-lainnya,” katanya. Eka  juga menegaskan, ingin menjadi contoh yang baik buat yang lainnya. Ingin berbuat sebagaimana apa yang diminta aturan main disemua proses. “Kalau mau membangun juga ingin menunggu IMB, ‘kalau yang lain’, inginnya membangun aja gitu,” ucapnya.

Tambah Eka pula, Loftvilles City juga sudah menunggu proses ini selama 1,5 tahun, bersabar dengan jadwal-jadwal yang harus diikuti.

“Pada waktunya yes ya yes semua, tentang customer ya, kita ingin tetap komitmen dengan mereka, kepercayaan mau memesan, ya itu Alhamdullilah,” ujarnya.
Investasi para penanam modal menurutnya juga sudah tidak sedikit jumlahnya. “Kita ingin bersama-sama terlibat, dari pengusaha, masyarakat sekitar, maupun pemda, sama-sama menguntungkan,” cetusnya.
Dan sejauh ini loftvilles ingin menjaga hubungan dengan semua. “Kalau ada yang keliru ya kita menerima masukan, silahkan datang aja, melalui seluler HP kalau memang saya disuruh datang ya datang juga, termasuk teman-teman wartawan silahkan,” Imbuhnya.

Eka dalam penjelasannya kali tersebut tak sendiri, ia yang didampingi pula “Miss” Farhadiba selaku Direktur Pembangunan Pengawasan dan Pembayaran, mengatakan pula, bahwa polemik Loftvilles City dengan salah satu konsumen, sebenarnya proses persuasif sudah dilakukan. Hanya menyayangkan kenapa sampai proses hukum. “Teman -teman juga mengapresiasi, cuma, coba kita lihat dan tidak mau sebelah pihak, yang benar itu benar, kita juga ingin tahu sampai sejauh mana kesalahan kita,” ujar Miss. Mencoba bijak, Miss menyatakan tidak apa-apa, biarlah para pembeli yang lain bisa melihat kalau kita beritikad baik, jadi kita selesaikan memang secara hukum. 

“Jadi klien ini membeli dengan cara mentranfer itu, sekalian deposit, tapi dia (klien) tidak mau dibilang deposit, maunya dibilang DP. Padahal syarat sebelum tandatangan itu sudah jelas, tertera deposit 2 juta, ini yang menjadi polemik. Sebetulnya kita melihat dia menandatangani surat pernyataan harus deposit, gitu lho, akhirnya waktu dia memberikan DP, depositnya bersamaan tapi karena dia menandatangani, kita maunya tentu dihitung deposit.

Dikisahkan lagi oleh Miss, pernah ia katakan, ” Anda mau mengambil uang anda karena apapun silahkan? Sesuai kesepakatan deposit anda hilang.

Media dalam kesempatan itu juga menanyakan tentang hal, Prosedur penjualan bagaimana, walau belum ada pembangunan ? Miss, mencoba  balik bertanya, apakah kalau kita jualan perlu IMB? ngga ? Kalau kita bangun baru perlu IMB, inilah yang menjadi polemik. wong kita dagang, masa kita dagang “pisang goreng” harus ngga boleh. Ini lho punya kita, ngga paksa kok.( Purwanto)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...